Tabloid Otomotif, Oktober 2003
FROM ZERO TO HERO
Mulanya, Daihatsu Winner buatan 9 tahun yang lalu ini hanyalah sebuah kendaraan harian. Tentu saja tak ada yang melirik. Namun takdir langsung berubah sejak jatuh ke tangan tim Garda Oto Racing. Predikat winner (juara) jadi kenyataan hampir di tiap kejuaraan drag race nasional. Dari bukan siapa-siapa (from zero), langsung muncul jadi juara (to hero).

DUIT SPONSOR
Spesifikasinya cukup kompetitif bersaing di kelas 3.1 (Sedan 0-1.400 cc). “Jumlah katupnya sudah 16 dan perbandingan rasio gigi transmisi sudah cukup baik untuk drag race,”terang Taqwa SS, manager tim Garda Oto Racing yang juga modifikator dari Bengkel Garden Speed.
Winner yang dibeli awal tahun ini oleh Tb A. Mastari (Olay), pembalapnya, langsung masuk bengkel. Semua komponen mesin, suspensi, pelapis interior habis diterondoli. Sokbreker TRD milik Toyota Starlet dimodifikasi model coil-over stock. Uniknya, Taqwa memakai per ‘campuran’, TRD di belakang dan Apexi N1 di depan.

Pemasangan sok ini bukan tanpa kendala. Dudukan bautnya berbeda, maklum buat Toyota Starlet. Tak kurang akal, posisi baut di sok di modifikasi. “Dudukannya di mobil tak diutak-atik karena terbatas regulasi.”
Mesin juga tak luput dari komponen bikinan TRD. Misalnya, pelat kopling dan dekrup. “Pelat 3 puk metal facing type berdiameter 180 mm, diambil dari Starlet juga.” Mengimbanginya flywheel diringinankan sekitar 20 persen dengan cara membubut.
Merembet ke jeroan mesin, kruk, puli kruk-as, flywheel, dan kopling set dibalans agar semua gerakan komponen mesin harmonis di setiap putaran. Begitupun dengan ke empat setang piston yang diseimbangkan. Ukuran piston standarnya di oversize 0,50 mm. Kepala silinder kena giliran, mulai dari port dan polish, sampai memapasnya 0,80 mm, hingga rasio kompresi meningkat.
Tak lupa, bagian dalam intake manifold dipoles agar aliran pasokan bahan baker dan udara lebih lancer. Maklum, diameter karburator sudah diperbesar. Begitupun dengan spuyer karburator primer dan sekunder, dinaikkan antara 5-20 poin. “Tergantung kondisi suhu udara di trek,” jelas Taqwa.

Tak berlebihan bila seluruh garapan ini berakhir pada prestasi runner-up di kejurnas drag race nasional 2003.
Sayangnya, seluruh modifikasi ditebus cukup mahal, sekitar RP 25 juta. Namun angka ini tak membuat Taqwa atau Olay khawatir. “Semua ditanggung sponsor (asuransi Garda Oto, red.).”
Don’t worry be happy!




