Tabloid Otomotif, Desember 2012
Mengancam Tim Pabrikan
LAPORAN LAGSUNG OCTAVIANUS HS DARI SEPANG 1.000 KM

Hanya bermodal pengalaman di balap turing tingkat nasional, 3 pembalap Tanah Air jajal Sepang 1.000 km di Sirkuit Sepang, Malaysia (8/12). Memboyong bendera Indonesia Racetech Tim (IRT), Chun Kie Chandra, Andrew Haryanto, dan Fitra Eri bersaing bersama pembalap Asia lainnya dalam 181 lap.
MASALAH ELEKTRONIK
Meski baru kali pertama ikut di balapan yang sudah terselenggara sejak 2009, di kelas 2 (mobil berkapasitas mesin 1.600cc), performa mereka cukup menjanjikan. Hasil kualifikasi overall (kelas 1 dan 2) setelah dirata-rata dari ke-3 pembalap, lap time hanya terpaut 1,032 detik dari tim pabrikan Malaysia Proton R3.

Hasil kualifikasi tersebut menempatkan Proton Satria Neo bemomer start 19 yang dipakai Chun Kie, Andrew, dan Fitra pada grid 3. “Persiapan untik lebih serius ikut balapan ini kurang lebih 1 bulan, “jelas Andrew.
Lebih lanjut, pembalap asal Bandung itu bilang, meski minim persiapan dan baru kali pertama, kita enggak kalah dengan tim pabrikan asal Malaysia. Dengan melihat hasil kualifikasi, salah satu petinggi Proton sempat memberikan tawaran untuk masuk ke tim mereka tahun depan.
Sejak lampu tanda start dinyalakan, pembalap-pembalap IRT tampil cukup konsisten. Sempat selama kurang lebih 60 lap, mereka ada di posisi terdepan dan juga menorehkan best time 2.41 ,030 detik.
“Tantangan terberat di balapan seperti ini adalah bagaimana kita bisa mendapatkan catatan waktu terbaik, tapi tetap bisa menjaga performa mobil. Tentunya agar mesin mobil bisa bertahan digeber selama 181 lap,” papar Chun Kie.

Tentu dalam balapan ketahanan seperti Sepang 1.000 km ini, enggak hanya soal atur ritme di trek dan susunan pembalap saja yang dipikirkan. Kecepatan dalam urusan ganti pembalap, dan, isi bahan bakar juga bisa mempengaruhi hasil akhir lomba.
Namanya juga kali pertama ikut balapan ketahanan, IRT komposisinya masih gado-gado. Artinya semua pembalap asal Indonesia, namun keseluruhan pit crew comot dari tim lokal Malaysia (Tedco Racing).
Performa pembalap IRT yang cukup mengesankan itu harus menghadapi kendala kelistrikan, tepatnya setelah balapan berlangsung selama 85 lap. “Tiba-tiba semua perangkat elektronik dalam mobil mati,” sesal Fitra Eri yang saat itu terjadi ada di belakang kemudi.
Dalam kondisi mobil mengalami masalah di dalam trek, aturannya hanya pembalap yang bersangkutan yang boleh memperbaiki. Ada 1 mekanik yang mendampingi, tidak diperbolehkan menyentuh apapun atau membantu memperbaiki.

Butuh waktu Iebih dari 1 jam, sampai akhirnya mesin mobil bisa nyala dan kembali ke paddock. “Enggak bisa dipungkiri, kalau permasalahannya soal kelistrikan perbaikannya bisa menyita waktu,” terang Taqwa Suryo Swasono dari Garden Speed yang ikut mendampingi tim IRT.
Lebih lanjut Taqwa bilang, dari mulai sesi latihan mobil yang dipakai tim IRT enggak ada masalah dan performanya cukup kompetitif di balap ketahanan seperti ini. Memang belum sempurna, nainun bukan di soal elektroniknya.
Kendala yang mengadang itu membuat tim IRT hanya bisa menempuh total 155 lap dan berada di urutan 16. “ Penampilan pertama pembalap Indonesia cukup mengejutkan. Bahkan dengan kompisisi yang sekarang saja, mereka selayaknya ada dan bisa memperkuat tim pabrikan di balap enduro,” kata Reuben Wong dari Tedco Racing.
Kalau saja persiapannya lebih matang, bukan tidak mungkin tim pabrikan Proton RS mesti menyerahkan podium tertingginya pada tim IRT




