Komisi Teknik R4 MAU CURANG ? HADAPI MEREKA DULU !

Tabloid Otomotif, Januari 2014

Komisi Teknik R4
MAU CURANG ? HADAPI MEREKA DULU !

a

Sejak musim lalu komisi teknik R4 praktis hanya ada nama Taqwa SS menjabat posisi deputy director for automobile technique PP IMI. Musim ini dan seterusnya disokong individu yang kompeten. Singkat kata. mau curang? Hadapi mereka dulu!

Bukan hal aneh kalau di kancah balap turing nasional terutama yang bertajuk event kejurnas kerap muncul komplain terkait regulasi kura ng kompeten, kurang fair dan sebagainya. Sampai-sampai ada peserta melakukan kesalahan karena pada dasarnya tidak memahami secara detail regulasi teknis yang berlaku.

Nah, jika sebelumnya Taqwa harus kerja sendirian menghadapi beberapa cabang R4 yang berlangsung, kini ia didukung sosok yang tak asing lagi di dunia balap mobil nasional, di antaranya Bambang Kancil, Wiewie Rianto, Ronny R-Speed dan Michael Andries. Sosok yang sudah begitu malang melintang di ajang balap mobil nasional.

Peran mereka diharapkan bisa menjadi jembatan bagi peserta yang ingin mengajukan pertanyaan terkait regulasi. Problem utamanya adalah belum paham dan mengerti tentang regulasi. Jadi memang harus diwadahi media untuk mendapatkan informasi regulasi yang mudah didapat,” cerita Michael Andries dedengkot M-Tuning yang kerap ditunjuk sebagai scrutineer di aja ng reli, sprint dan juga drifting.

Taqwa sendiri mengaku dengan ditunjuk dirinya sebagai biro teknik R4 membuatnya dapat melihat dan menjaga regulasi teknis R4 untuk semua, peserta dan penyelenggara. Namun persoalannya ada pihak yang tak paham dan tak membaca regulasi dengan seksama,” cerita Taqwa senada Michael.

b

Harapannya, dukungan individu yang mafhum di bidangnya ini bisa membuat kompetisi balap R4 di Tanah Air lebih semarak. Bambang Kancil, Wiewie Rinto dan Ronny R-Speed diharapkan dapat menjembatani beberapa hal terkait regulasi balap mobil. Bambang Kancil karena jam terbang di kancah balap turing nasional. Wiewie mengantungi jam terbang di kancah Internasional serta Ronny yang memiliki kemampuan komunikasi nan memadai. Komisi ini pun diharapkan bisa lebih bagus dan stabil.

SPRINT & RELI ‘PISAH KAMAR’

Selain melengkapi deretan komisi teknik RA. beberapa perubahan di kancah mobil nasional adalah pemisahan ajang reli dan Sprint. Di mana komisi balapnya terbagi dua. Untuk komisi reli dipercayai kepada Bintarto Hoepoedio. Irwan Soewondo dan Loqy Siregar. Dari regulaSi yang diterbitkan komisi reli ini praktis tidak terlalu banyak perubahan dengan musim sebelumnya. “Hanya saja ada perubahan sedikit di mana manajer tim tak mesti memakai entrantkhusus,” beber Loqy Siregar dedengkot bengkel Riversrde di bilangan Bendungan Hilir. Jakarta.

Sementara untuk sprint dengan tujuan untuk mengakomodir produk kendaraan yang banyak di Tanah Air dan tidak sertamerta harus mengacu pada regulasr FIA. Diharapkan sprint reli nasional dengan regulasi yang baru mampu menyaring peserta sebanyak-banyaknya. “Hingga beberapa hari ini marathon rapat merampungkan regulasi sprint. Semoga pertengahan Januari sudah bisa terbit regulaSi sprint reli.“ uiar Boy Martadinata salah satu komisi sprint reli.

Dengan beberapa perubahan di komisi teknik R4 dan juga beberapa komisi lainnya diharapkan cabang balap roda empat nasional kian semarak dan lebih banyak lagi pesertanya. Semoga saja berjalan lancar.