Tabloid Otomotif, Desember 2010
Hadiah ‘Kencang’ Untuk Dikenang
OTOMOTIF RACING EXPERIENCE, SENTUL

Sungguh, bukan maksud kami bikin jantung para pembaca setia mau copot dengan memberi apresiasi kepada beberapa pembaca setia Tabloid OTOMOTIF lewat aksi Otomotif Racing Experience (ORE) di Sirkuit Sentul (8/12). Melainkan sebuah upaya’memberi “hadiah” dalam bentuk berbeda, berupa pengalaman sensasi ngebut di dalam sirkuit dan mobil balap betulan.

RAGAM EKSPRESI PESERTA
Sebagian dari Anda mungkin sudah enggak asing lagi wara-wiri di sirkuit ini, bahkan berada di kabin mobil sport mengelilingi arena balap. Namun sebagian dari 11 peserta ada yang baru pertama kali menjejakkan kaki disini. Tentunya kami berharap, ORE bisa menjadi kenangan tersendiri di benak para peserta.
Dari 12 pembaca setia yang terpilih secara acak, 11 di antaranya hadir. Berkumpul jam tujuh pagi di markas redaksi, peserta bersama-sama menuju Sentul. Sesampainya di lokasi, acara dimulai dengan briehng oleh sang pembalap, Fitra Eri, seputar sirkuit, mobil yang digunakan dan indikator. Selama ini belum pernah ada penumpang di mobil ini, baru kali ini mobil dipasangi jok tambahan,” ujar pembalap Garda Oto Top1 Racing Team yang siap membawa tiap peserta sebanyak 3 lap.

Mobil yang dipakai, Toyota Yaris hasil modifikasi bengkel Garden Speed asuhan Taqwa S. Swasono. Mobil inilah yang mengantarkan Fltra menjadi juara nasional balap mobil kelas Super 1500 Max tahun ini. Tenaganya 185 dk membuat mobil mampu melesat 200 km/jam dengan stabilitas penuh. Maklum, mobil dibekali ban slick GT Radial. Akibatnya bisa ditebak, niat Fitra menyuguhkan understeer dan oversteer di tikungan gagal. “Tapi lebih bagus pakai slick, peserta bisa merasakan gaya G (gravitasi) yang kuat dibanding mobil dibikin oversteer atau understeer,” ulas Taqwa.
Alhasil, sebelas peserta plus tiga peserta tambahan dari kalangan sponsor melontarkan ekspresi berbeda usai turun dari mobil. Wlam Satriawan (auditor keuangan) misalnya, meluapkan rasa takjub dengan berkali-kali teriak ”200, 200” pertanda ia merasakan ngebut hingga 200 km/jam. Maklum, pentolan klub Karimun Estilo ini mengaku udah merinding melihat spldometer 160 km/jam kalau di jalan raya. Malah-ngalahin jet coaster! Nikung 120 km/jam. Saya takutnya body roll, ternyata enggak,” ujarnya berapi-api campur heran.

Selanjutnya Mohammad Zakaria (eks-mud) yang tampil kalem sejak pagi, enggak banyak berkata-kata usai keluar dari mobil. Cuma senyumnya aja agak ketahan sedikit. Langsung jadi laper lagi,” ujarnya sedikit tersengal. Begitu juga Fredy Goisal (staf notaris) yang hingga acara makan siang juga masih terheran-heran. “Saya masih penasaran, waktu nikung mobil kayak mau ke rumput dan terbalik, tapi kok bisa enggak kebalik ya?” ungkapnya. ”Waktu di atas mobil tadi juga heran, kok kecepatan segitu tinggi Mas Fitra masih bisa ngobrol,” lanjut Fredy.
Sementara Yudi Setiabudi (wiraswastawan) yang sudah pernah masuk Sentul pakai Yaris juga, tampak serius. R&D Toyota Yaris Club Indonesia ini menyimak betul bagaimana Fitra mengambil titik pengereman dan tikungan, sekaligus menjadikannya pelajaran’. ”lni mempertajam feeling saya aja, kapan ngegas’dan ngerem. Fitra yakin aja ngeremnya, karena bannya bagus ya,” ulas Yudi yang wajahnya seolah bilang ‘ah, kalo gue masih muda, kayaknya juga bisa jadi pembalap kayak Fitra”.
Sementara Eka Prasetya (mahasiswa Univ. Krisna Dwipayana) yang mengaku menikmati racing experience ini kasih masukan. ”Coba ada tiga pem balap, jadi kayak balap sungguhan,” lontarnya. Lain halnya dengan Hagi Sampoemo (mahasiswa Perbanas). Selain suasana di trek, yang diingatnya dari acara ini yakni bisa berkumpul bersama keluarga besar Tabloid OTOMOTIF Jarang-jarang tabloid ngundang,” ujarnya happy bisa ngeliat awak redaksi dengan kelakuan’ paling orisinal.
Kesan takjub lainya muncul dari Eddo Saputro (mahasiswa London School). Menurutnya, aksi pembalap pindah gigi, selama ini cuma dilihat lewat televisi. ”Tapi yang ini asli, ternyata (Fitra) enggak serius aja waktunya 1 menit 52 detik, gimana serius?” ungkapnya heran.
Ekspresi kaget juga ditunjukkan Nanan Rusmana (wiraswasta) yang selama di trek kabarnya berkali-kali merem. Di sela-sela makan siang ia bertanya: “Mas Fitra, kenapa sih tadi di tikungan R2 tangannya keluar-keluar?” Yang ditanya pun menjawab enteng: ”Oh, tadi kekencangan,jadi ditahan tangan biar lambat,” uiamya berseloroh. Nanan pun balik protes: ”Tapi lagi nikung kenceng gitu, saya kan jadi takut mas,” ujar Nanan yang lagi-lagi tambah heran.
Mirip-mirip Nanan, Riza Fahlevi (HR manager) yang suka jajal motor di sirkuit. kali ini harus minta bantuan dibukakan helm begitu keluar mobil. ”Tolong dong, kaki gue gemetaran nih,akunya. Tapi berbeda dengan Riza, gaya cool ditunjukkan Aprilianto (lulusan Komunikasi IISlP). Maklum, dia ternyata sudah pernah dibonceng’ Fitra di ajang safety driving. Tapi lebih enak di sini, menantang,” aku pria yang doyan kebut-kebutan ini.
Namun tak ada yang menyamai ”kekecewaan’ Daud Yogasara (konsultan) di ORE ini. Maklum, maksud hati mau pamer bisa ngebut 200 km/jam sama istri tapi gagal lantaran terikat sabuk pengaman. ”Istriku kan pakai Yaris juga. Pengen foto spido pake handpone, tapi susah ngeluannnya dari kantong. Tadinya pengen nunjukin, nih Mah, Yaris juga bisa 200 km/jam, hehehe, ungkap Daud yang masih penasaran.
Di luar semua kesan peserta, jujur, awak redaksi masih penasaran ingin memberi suguhan yang lebih maksimal
ketimbang event perdana ini. ”Kali ini baru peserta dari Jabodetabek aja yang kami undang, nantinya kami ingin mengundang pemakilan pembaca dan seluruh lndonesia,” ucap Bimo Aribowo, redaktur sport yang juga penggagas acara.

Selain itu, OTOMOTIF juga mengucapkan banyak terima kasih untuk para sponsor yang memberi support besar bagi kesuksesan Otomotif Racing Experience ini. Yakni GT Radial, Nivea Man, Seiken dan Top 1. Tak lupa kepada tim Garden Speed yang memberi kesempatan menikmati pengalaman tak terlupakan.




