Lippo Village Grand Touring Car Championship

Tabloid Otomotif, Februari 2009

Rama Boyong RPp 50 Juta

Rama danindro berhasil mengukir sejarah menjadi pembalap pertama menjuarai Lippo Village Grand Touring Car Championship di sirkuit Lippo Village International Formula Circuit (LVIC) , Karawaci (8/2). Latar belakang sebagai pegokart, tim yang kredibel dan kesiapan mobil dianggap sebagai fakto penentu. Atas kemenangan itu, Rama berhak atas hadiah utama Rp 50 juta.

99a-fitra

Karakter Gokart

Pada balapan yang dilepas Menegpora Adhyaksa Dault itu, tanda-tanda Raama bakal juara sudah terlihat. Pada kualifikasi Jumat (7/2), ia tercepat dengan 1.54,619 menit. Sementara Alvin Baha di urutan kedua dengan 1.55,056 menit. Di luar Rama, pembalap lain mencetak lain mencetak waktu 1.55 menit ke atas.

Pembalap 20 tahun ini juga berhasil menjaga posisi begitu start dilepas. Bersama dengan Sunny TS, rekan satu tim Honda Jakarta Center- Petronas (HJC-P), yang terus menguntit Rama tak terkejar hingga balapan 15 putaran berakhir. Balapan diselingi masuknya safety car pada lap ke-4 karena All New Honda Jazz yang dikendarai Deva menabrak pembatas sirkuit. Dibutuhkan sampai dengan 4 lap untuk mengeluarkan mobil sehingga balap bias dilanjutkan.

Meski begitu, kemenangan Rama cukup mengejutkan. Sebab tahun lalu prestasinya biasa-biasa saja. Faktor pengalaman sebagai pegokart dianggap ikut membantu. Mengingat desain dan karakter sirkuit dengan banyak tikungan dan hanya memiliki satu lintasan lurus sekitar 800 meter setelah tikungan 3.

“Ya saya akui sirkuitnya cocok dengan saya. Kan memang sirkuit ini diperuntukkan untuk balap formula A1GP, yang secara desain sama dengan sirkuit gokart yang lebih besar saja,kata runner up kelas senior grand final Rotax Max Challenge di Langkawi, Malaysia 2005 ini.

Tim HJC-P yang di komandani Tin Ko Fie mengontrak Rama beberapa hari sebelum event karena menilainya sebagai pembalap potensial. Diakui Ko Fie, tidak ada pembalap pertama dan kedua dalam tim. Karena itu Rama dan Sunny dibiarkan bersaing secara bebas.

Kubu Honda Racing Indonesia (HRI) melalui pembalapnya Alvin Bahar mengakui keunggulan HJC-P.”Rama dan Sunny memang cepat kali ini.Sementara setting mobil saya belum ketemu yang tepat. Sokbreker pesanan dari Malaysia belum tiba hingga menjelang balapan. Seri kedua nanti pasti akan berbeda,ungkap Alvin yang tercecer di posisi kelima.

Jonis Fandy, bos HRI tetap tenang meski pembalapnya belum bias berbicara banyak. Diakuinya, All New Honda Jazz masih dalam tahap pengembangan. “Dulu Alvin juga masih mencari-cari settingan pada Honda Jazz V-tec pada awal musim. Baru di pertengahan ketemu. Di sisi lain, tim HJC sudah memaka All New Honda Jazz sejak tahun lalu,”komentar Jonis.

99b-fitra

Pujian layak ditujukan kepada Fitra Eri yang meraih podium 3. Padahal andalan tim Garda Oto Top 1 ini start kelimam mengandalkan Toyota Yaris. Didepannya semua memakai All New Honda Jazz. Modifikasi pada kaki-kaki yang lebih ditinggikan menjadi salah satu kunci suksesnya.”Sirkuit jalan raya yang bumpy, banyak tikungan dan sebagaian aspal jalan raya, membuat kamai memilih memainkan kaki-kaki. Tapi, strategi saat start juga ikut membantu,”kata Fitra yang langsung menyodok ke posisi ketiga selepas start.Karakter LVIC cocok buat Roy Haryanto yang finish kelima kejuaraan umum dengan mengandalkan Honda Jazz Vtec.”Kalo Roy pakai All New Honda Jazz, bias diprediksi hasilnya lebih bagus. Makanya untu seri kedua mendatang kami akan mencobanya,” ujar Albert Tan, Team Director yang menangani Honda Bandung Center dan Honda Surabaya Center.

99c-fitra