GT CAR 2006 KETAT DI KELAS BARU

Seputar Indonesia, Mei 2006

JAKARTA – Ajang balap nasional punya kelas baru. yakni indonesian Grand Touring Championship atau lebih dikenal GT Champion. Kelas ini mulai dipertandingkan di ajang Pertamina Fastron lndonesia Touring Car Championship 2006 yang merupakan Kejuaraan Nasional Balap Mobil putaran pertama di Sirkuit Sentul. kemarin.

Ajang adu cepat ini lebih menarik dibanding balapan yang selama ini ada. Pasalnya. ajang ini merupakan laga Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM). Terlebih. ini arena adu cepat mobil-mobil keluaran anyar (minimal pada 2000) yang tengah beredar di pasaran. Dalam aturan main pun tidak diperbolehkan melakukan modifikasi pada mesin. Tak ayal mobil yang digunakan nyaris setara dengan mobil-mobil yang ada di pasaran.

31-gt

Ini ajang baru. Lebih kepada pertarungan antarATPM. Menariknya. mobil yang digunakan nyaris sama.” ujar Alvin Bahar yang finis ketiga di seri pembuka ini.

Meski baru dipertandingkan ajang ini sudah menyedot banyak peserta. Tercatat 25 starter berlaga di seri perdana. Termasuk. sejumlah pembalap dan pereli nasional seperti Chandra Alim ( Yellow Pages Racing Team). Imin Brata (Sigma Speed). dan Hari Darma (Meno-Toyota Team lndonesia). Di samping itu. ajang ini juga merupakan respons yang dilakukan Pengurus Pusat lltatan Motor Indonesia (PP IM!) terhadap permintaan sejumlah ATPM yang selama ini hanya melombakan kelas one make race (OMR).

Kalau OMR hanya lomba satu jenis mobil. GT Car ini lebih menarik. Beda pabrikan. tapi masih dalam kelas yang sama.” tandas Alvin. pembalap tim Honda Fastron Racing.

Di seri perdana. Fitra Eri yang juga seorang jurnalis finis pertama dengan catatan waktu 30117279 detik setelah melahap 15 lap. Pembalap berkacamata yang mengusung tim Garda Oto RT itu membesut mobil Toyota Vios. Disusul pembalap Mezzo Toyota Team Indonesia. Aldo di posisi dua. terpaut 0.006 detik. juga dengan Toyota Vios. Sementara Alvin yang membesut Honda New City terpaut 2.087 detik.

Sedangkan pereli nasional. Rizal Sungkar yang mengusung bendera RF!” Sport Suspension harus puas di posisi tujuh. Rizal membesut Suzuki Swift. ”Persaingan sangat ketat. Tergantung kemampuan pembalap. Tapi. ajang ini lebih menarik karena dari sisi biaya lebih murah.” tukas Rizal yang ditemui usai balapan.

Sementara itu. General Manager Sirkuit Sentul. Lola Moenek. sangat optimistis ajang ini bisa berkembang dengan pesat. Apalagi. sejumlah ATPM mendukung arena pertarung an industri pabrikan ini. “Terus terang ini arena bagus buat mereka (ATPM). Setidaknya, ajang ini bisa memberikan presentasi pada masyarakatbahwaprodukaimeteka bisa diandalkan,” tandas Lola.

Dijelaskan Lola. untuk tahun pertama ini seluruh ATPM bisa mengeluarkan andalan mereka. Belum ada pembedaan kelas kapasitas mobil. Boleh jadi di tahun kedua. jika peminat makin banyak dan jumlah varian mobil bertambah akan ada
perbedaan kelas. Saat ini lebih banyak diturunkan kelas 1.500cc – 1.600cc.