Yaris E 2007 – 1 Tahun Riset Suspensi

Tabloid Otomotif, Februari 2009

Yaris E 2007 – 1 Tahun Riset Suspensi

143a-yaris

Ada anggapan dikalangan tuner, gampang membuat mobil kencang, namun yang sulit embuat mobil kencang, bisa belok, tahan banting dan mampu berprestasi pada ajang yang diikutinya. Ini yang dirasakan Taqwa Surya Swasono dari bengkel Garden Speed di Cilandak, Jaksel dalam menangani mobil balap Toyota Yaris keluaran 2007 dari Garda Oto Racing Team Top1.

Saat musim kompetisi 2008, mobil berkelir biru kuning khas perusahaan asuransi tersebut tidak turun penuh di ajang GT Car Championship. “Kita memang lebih fokus ke kelas lndonesia Super Production Championship (ISPC),” seru Taqwa.

143b-yaris

Alasan Taqwa, karena bertanding di kelas GTCC harus benar-benar mengandalkan sektor kaki-kaki sebab modifikasi mesin dibatasi. Dengan spesifikasi mesin yang nyaris sama, hanya kaki menjadi kekuatannya. Selama 2008, tim hanya mencari setting kaki-kaki yang pas.

143c-yaris

Hasilnya sudah bisa diraih pada 2009 ini. Pada seri Lippo beberapa waktu lalu, Fitra Eri, sang pembalapnya mampu membawa mobil meraih posisi tiga. Namun perlu diketahui jika setting di Sirkuit Sentul dan Lippo sangat beda. Bekal kita setting Sentul, Lippo tinggal cari sedikit saja,” sebut Taqwa.

Jika mobil dengan kopling set keluaran TRD ini berlaga di Sentul, setting suspensinya, sokbreker depan menggunakan TRD 1 way dan belakang HKS.terdapat perbedaan kekerasan.

143d-yaris

Racikan per juga diperhatikan khusus oleh Taqwa. Saat di Lippo, Yaris ini menggunakan per keluaran Swift untuk depan dan TRD di belakang. “Yang kita cari bukan merek tapi justru spn’ng ratenya,” jujur pria yang juga atlet terbang layang dengan spesialisasi cross country ini. Keduanya menggunakan spring rate 12 kg/Nm. Untuk Sentul, depan pakai TRD sedang belakang Tein. Sayang Taqwa tak mau menyebut ukuran spring rate.

143e-yaris

Perbedaan lainnya antara Lippo dan Sentul pada flywheel yang dipakai. Untuk trek Sentul dipakai dengan berat 4 kg sedang Lippo 4,5 kg. Setting sudut camberjuga berbeda. Di trek Lippo, ban depan lebih miring dibanding Sentul, karena lebih banyak tikungan. Selain turing, mobil ini rencana juga akan dipakai untuk slalom.