UJI EMISI TENTUKAN KONSUMSI

Tabloid Otomotif, Oktober 2005

UJI EMISI TENTUKAN KONSUMSI
CARA CERDAS HADAPI KENAIKAN BBM
133a-emisi

Pernahkah mengetes emisi gas buang mobil Anda ? Pengujian ini memang belum begitu popular, namun ternyata banyak manfaatnya. Tak hanya untuk mendukung uji emisi sebagai syarat pembayaran pajak, seperti di tuangkan pada Perda No. 2 Tahun 2005, tentang pengendalian Pencemaran Udara yang diliris Pemprov DKI Jakarta.

Nyatanya, dari uji emisi bisa diketahui boros tidaknya mobil kesayangan. Lo, kok bisa ? Begini, dari emisi gas buang bisa diketahui kondisi dapur pacu. Sedangkan kondisi mesin langsung berpengaruh terhadap konsumsi bahan bakar. Penasaran kan ?

KENALI TIPE MESIN

Sebelum memulai uji emisi, kondisi kendaraan harus baik. Maksudnya semua fitur berfungsi normal, meski nantinya bisa dilakukan penyetelan ulang. “Terpenting, harus mengenali mesin mobil masing-masing, “wanti Taqwa SS, bos bengkel GARDEN SPEED di jalan Muhasyim, Cilandak Jaksel.

133b-emisi

Misalnya, apakah mesin masih menganut system karburator atau injeksi. Sebab masing-masing system punya karakteristik berbeda-beda.”Semua mesin karburator bisa disetel, tetapi mesin injeksi tidak semua,”lanjutnya.

Setelan yang dimaksud Taqwa adalah penyetelan adalah penyetel gas CO (karbon monoksida) pada emisi gas buang kendaraan. Pada mesin berkarburator, gas CO bisa diatur dengan setelan angina. Kenali juga tipe karburatornya, punya satu atau dua setelan. Contoh, Toyota Kijang bermesin 7K punya satu, tetapi Jeep CJ7 punya dua.

Lantas pastikan meisn dalam kondisi norma. Misalnya ada beberapa fitur tambahan pada karburator seperti cuk otomatis dan kontrol beban listrik (misal Suzuki Vitara), harus berfungsi dengan baik.

Mesin injeksi beda lagi. Secara garis besar ada dua tipe, yakni open loop dan close loop. ”Umumnya injeksi open loop (untuk mobil) keluaran ’90-an dan punya setelan CO. Baik mekanis pakai sekrup maupun elektronik pakai engine scanner,”beber pembesut Toyota Wish ini.

Sedangkan pada injeksi close loop, tidak semua dilengkapi penyetel gas CO. Contoh, Honda New City punya, namun Jeep Crerokee tidak. Oh ya, tipe ini secara kasat mata ditandai hadirnya sensor pada saluran gas buang. Bisa sensor oksigen, temperature gas buang maupun sensor katalitik.

Lantas khusus mesin dengan catalytic converter juga hanya bisa diuji dengan gas analyzer khusus yang bisa membaca emisi mesin berkatalitik. “Kalau pakai yang biasa pasti hasilnya ngaco,”wantinya. Jadi, sebelum mengukur, konsultasikan dulu dengan bengkel resmi atau mekanik berpengalaman.

PATOKAN CO DAN HC

Uji emisinya sendiri sangat simple. Cukup memasukkan kabel sensor gas analyzer pada knalpot sedalam 30 cm saat mesin berputar stasioner. Pastikan juga semua piranti yang membebani mesin dimatikan, seperti AC, lampu dan extra fan.

Nah, hasilnya langsung bisa dilihat secara instant. Coba cocokkan emisi mobil Anda seperti pada table. Misalnya kadar CO maksimum buat mesin karburator 4%, sedangkan mesin injeksi 2%. Lantas ambang batas hidrokarbon (HC) ideal karburator 500 ppm dan injeksi 400 ppm. Begitu juga yang lain, kadar CO2 minimum 12% dan O2 maksimum 2%, juga lambda ideal mendekati angka 1.

133c-emisi

Boros tidaknya bahan bakar bisa dilihat dari angka-angka tadi. Jika lambda kurang jauh dari 1, kadar CO bisa naik sehingga bensin lebih boros. “Makanya dilakukan penyetelan CO. Nanti hasil emisi gas lainnya pasti pengikuti,”beber Taqwa.

Sedangkan gas CO2 dan HC juga bisa jadi indikasi kondisi mesin. Kalau HC tinggi, berarti pembakaran kurang sempurna. Sedangkan CO2 bisa turun kalau kinerja mesin kurang bagus. Simpel bukan ?