Robert Paul Juara Kelas Super Retro – Alfa Romeo GTV

Tabloid Otomotif, Oktober 2010

Robert Paul Juara Kelas Super Retro

153a-retro

Balapan di Super Retro yang merupakan kelas utama Retro Touring Car Championship di Sirkuit Sentul (10/10) lalu kembali terjadi penjatahan. Kali ini ganti Robert Paul yang juara. Sedang di kelas Retro Max 1600, Rino Oestara menjadi yang terbaik setelah melakukan persiapan yang maksimal.

Perebutan gelar juara umum semakin menarik karena poin antarpembalap relatif rapat. Robert Paul pun merasa bersyukur karena Alfa Romeo GTV kali ini tidak rewel. Hasilnya, bisa mengalahkan rival bebuyutan Musa Alexandershah dari Medan. “Kali ini milik saya. Tapi persaingan di sirkuit tetap ketat hingga lap-lap akhir. Mungkin mobil Musa lagi ada masalah,” ungkap Robert.

Kenyataannya, keduanya seperti bergantian membagi gelar. Seri pertama dimenangkan Musa, kedua oleh Robert, ketiga disabet Musa lagi dan keempat kali ini milik Robert. Secara spesifikasi mobil, “Sebenarnya Corolla DX milik Musa memiliki HP lebih besar dibanding Alfa Romeo. Tapi, balapan tak sekadar mengandalkan kapasitas mesin besar,” kilah Taqwa Suryo Swasono, mekanik yang menggawangi mobil Robert.

Musa melihat faktor luck belum berpihak padanya. “Persiapan sudah maksimal, balapannya juga enak. Kalau hasilnya hanya finish kedua, tetap harus disyukuri. Karena Robert Paul adalah pembalap yang hebat. Masih ada dua seri, kita lihat saja nanti,” ujar Musa.

Meski gantian juara setiap serinya, bukan berarti poinnya rapat. Robert lumayan jauh meninggalkan seterunya itu karena Musa pernah sekali tidak menyelesaikan perlombaan yang berarti poinnya nol. Sementara Robert terus mengumpulkan poin sepanjang 4 seri yang telah diselesaikan.

Tak kalah menarik di kelas Retro Max 1600. Rino Oestara kembali menjadi yang tercepat mengalahkan Harry Zulnardy. Berarti mengulangi sukses seri lalu. Hanya saja meski menang, poinnya masih tertinggal dari rivalnya itu. “Cuma tertinggal 2 poin. Tapi, kan masih ada dua seri. Targetnya ingin juara satu,” kata Rino.

153b-retro

Rino memang tidak mengikuti seri pertama, sedang Zulnardy ikutan sejak awal. Itu yang membuat poinnya tertinggal. Namun ibarat mesin diesel, meski start belakangan performanya terus meningkat. “Kali ini memang lebih serius. Latihan resmi datang dan kualifikasinya juga konsentrasi. Balapannya juga serius. Pokoknya agak konsen deh,” lanjut Rino.