Koran Tempo, Mei 2006
Kejuaraan nasional balap mobil Pertamina Fastron Indonesia Touring Car Championship 2006 (ITCC) putaran pertama telah berlangsung di Sirkuit Internasional Sentul, Jawa Barat, Minggu Ialu. Tahun ini ajang kebut-kebutan paling bergengsi di Tanah Air itu mendapat tambahan satu sesi balapan, Indonesia Grand Touringcar Championship (lGTC).
Menurut Lola Moenek, General Manager Sirkuit Sentul. ajang terbaru ini merupakan permintaan dari para agen tunggal pemilik merek agar diadakan sarana balapan untuk mobil-mobil yang tengah dipasarkan saat ini. “Rata-rata mobil peserta itu keluaran di atas 2000. Hampir semuanya mobil baru.” tutur Lola.

Di IGTC. yang berlangsung sebanyak 15 putaran. Toyota Vios mendominasi balapan. Podium pertama ditempati Fitra Eri (Toyota Vios-Garda Oto Racing), Reynaldo “Aldo” P. Koesoemo (Toyota Vios-TTI) di posisi kedua. dan tempat ketiga diraih Alvin Bahar (Honda New City-Honda Fastron Racing). Sementara itu, rekan satu tim Aldo, Hari Darma Manoppo. yang membesut Toyota Yaris harus puas finish ke 10.
Jalannya lomba berlangsung ketat. Start dari posisi pertama rupanya tak menguntungkan Aldo karena mobilnya
diset untuk lintasan kering. Padahal kondisi lintasan basah sehabis diguyur hujan. Ia langsung disusul Fitra dan Alvin. yang start persis di belakangnya. Lintasan mulai mengngering setelah balapan berjaIan sembilan putaran.
Kesempatan itulah yang digunakan Aldo untuk memacu mobilnya semaksimal mungkin. Hingga berhasil melewati Alvin dan hanya terpaut satu detik di belakang Fitra, yang memimpin lomba sejak lap pertama. Pertarungan dua Vios itu berlangsung dramatis hingga finish. Bahkan penentuan juara harus ditentukan melalui sensor transponder yang dipasang pada roll bermobil. “Saya bemsaha mati-matian menyusul Fitra, tapi setelan mobil memang tidak mendukung.” Tutur Aldo seusai lomba.
Sementara itu. Toyota Yaris, yang turun di kelas ITCC dan IGTC. belum menunjukkan hasil yang menggembirakan. Gagal finish di ITCC dan hanya menempati posisi ke-10 dl IGTC. Menurut Achmad Rizal, Direktur TTI, di seri pembuka ini, Yaris masih memerlukan beberapa pembenahan.
“Kami bersama Tom’z Racing dari Jepang sedang mempersiapkan pembenahan pada Yaris dan Vios agar kedua mobil ini lebih kompetitif. Pembenahan itu akan difokuskan pada penggantian cam shaft racing serta suspensi yang disesuaikan dengan karakter pembalap dan kondisi lintasan,” kata Rizal, yang memasang target juara umum. baik pembalap maupun tim di kelas IGTC.
Banyaknya pekerjaan rumah yang harus diselesaikan TTI ini dibenarkan Hari ‘Darma. Menurut dia. TTI harus segera melakukan pembenahan pada Yaris dan Vios jika ingin menjadi juara umum.
Endorser Toyota Yaris. Nicolas Saputra. juga hadir menyaksikan kiprah perdana mobil andalan Toyota di kelas
kompak yang diluncurkan pada Feburari lalu itu. “Ternyata Yaris bisa melaju hingga 180 kilometer per jam di trek lurus,” kata Nicolas.




