Tabloid Otomotif, Juli 2004
HONDA CIVIC NOUVA 1988
TERUSIK MODIFIKASI TAK RESIK

Engine swap akhir-akhir ini cukup marak, saying masih banyak pemodifikasi yang hanya mementingkan performa. “Pokoknya mesin biar masuk, soal kerapian urusan berikutnya,” ujar Taqwa SS dari bengkel Garden Speed. Munurutnya, pemasangan harus tetap rapi. Mau kasih contoh , Mas ?

MIRIP PABRIK
Pemasangan mesin B16A ke ruang dapur pacu Nouva, relative tak menemui kesulitan.”Hanya mengubah engine mounting bawah,” ujarnya tentang mesin di mobil milik Andrie ini. Memang butuh pengelasan, tetapi tetap dibikin rapi. Urusan perkabelan dan perslangan tak dibiarkan acak-acakan. Pokoknya mirip bikinan pabrik.
Otomotif pun penasaran ingin mencoba performa mobil dengan mesin yang sudah direbuilt (piston, lubang manifold ditata ulang) itu. Di putaran bawah, akselerasi tak terasa istimewa. Seperti tunggangan bermesin 1.600 cc biasa. Hanya pedal kopling sedikit berat, karena sudah menggunakan kopling racing Exedy.

Tetapi begitu jarum takometer beranjak ke angka 7.000 hingga 8.000 rpm keatas, terasa tarikan spontan dengan lonjakan besar, cukup memuaskan ! Dalam beberapa detik, jarum spidometer sudah menunjukkan angkan 150 km/jam lebih.

Sayang, per Jamex dikombinasikan sokbreker Bilstein tak mampu menolak desakan ban GT Radial Champiro GT 215/40ZR17 untuk bergesekan dengan sepatbor, maklum terlalu ceper. Jika ingin dipakai sehari-hari, tampaknya perlu sedikit meninggikan per.
Alhasil, dengan tarikan putaran atas mesin VTEC ini, Nouva yang biasanya bermesin karburator 1.300 cc, terasa seperti mobil 1.800 cc, karena bobotnya ringan. Padahal dapur pacu barunya 1.600 cc.
Bersih dan kencang!




