Bermain Drama di Balap – INDONESIA RETRO TOURING CAR CHAMPIONSHIP, SENTUL

Tabloid Otomotif, Juni 2011

Bermain Drama di Balap
INDONESIA RETRO TOURING CAR CHAMPIONSHIP, SENTUL

173a-dramabalap

Permainan yang dilakukan oleh Robert Paul saat mengikuti Indonesia Retro Touring Car Championship di Sirkuit Sentul (29/5) berjalan mulus.

Sejak sesi kualifikasi, pembalap yangbernaung di GARDEN SPEED Top 1 Racing Team ini sudah memainkan dramanya. Berada di trek dan mencetak waktu 1,58 menit langsung membuatnya berada di posisi teratas. Hal ini tak membuat tim merasa gembira. Beruntung tak lama kemudian, posisi teratas digantikan oleh tim Speedy Motorsport. Bertahan hanya sekitar 3
lap, waktu Hadaris diperbaiki oleh Rudy SL dari tim NMR Jakartaban Motorsport dengan langsung membuat waktu 1,54 menit.

Berada di posisi 3 membuat tim memanggil Robert untuk menyudahi sesi kualifikasi. Namun pembalap yang mneggunakan Alfa Romeo GTV tersebut tak mengindahkan pemanggilan tim,
justru menajamkan waktu menjadi 1,57. Hal tersebut membuat dirinya naik tingkat dan start dari posisi grid 2.

Saat sesi balap, drama tetap dijalankan pembalap Kanada tersebut dengan terus menjaga posisi di urutan 2 dan urutan 1 tetap dipegang oleh Rudy SL.

Perlahan tapi pasti, Robert mendekati Rudy SL baru saat balap tersisa 5 lap, posisi pembalap berubah. Alfa Romeo Robert berhasil mengungguli Mercedes Benz 190E Rudy.

Setelah berada di posisi depan, dengan mudahnya Robert meninggalkan rombongan di belakangnya. Meski demikian, “injakan gas di pedal benar-benar dijaga. Tidak terlalu penuh.
Selain itu supaya tidak meninggalkan terlalu jauh, juga untuk menjaga mesin,” seru Taqwa Suryo Swasosno dari bengkel GARDEN SPEED yang meracik mobil Robert.

173b-dramabalap

Drama yang dijalankan tersebut bukan untuk pamer kekuatan mobil Alfa Romeo, namun untuk menjaga jalanya balapan itu sendiri. Rendison Joesno, kordinator balap Retro justru setuju dengan ‘permainan’ tersebut. Menurutnya kalau Robert selalu di depan dan meninggalkan lawannya terlalu jauh, justru berbahaya bagi komunitas itu sendiri. Sepi peserta menjadi taruhannya, dan balap jadi tak menarik di tonton.