Dyno Test Mobil, Buat Balap Sampai Standar

Otomotif, April 2016
Dyno Test Mobil, Buat Balap Sampai Standar

Ngobrolin upgrade performa mesin, selalu berkaitan dengan bengkel khusus dan alat yang dinamakan dynometer. Pada awalnya mungkin penggunaan alat tersebut hanya untuk kebutuhan balap saja. Namun dengan perkembangan zaman dan makin banyaknya part aftermarket pendongkrak performa, maka makin banyak yang membutuhkan dynometer. Dengan hasil yang presisi, membuat mekanik dapat dengan mudah memastikan hasil akhir performa mesin dan bahkan juga bisa sampai ke urusan konsumsi bahan bakar. Mau tahu lebih detail? silakan lanjut bacanya ?

Apa Itu?

Istilah tersebut merupakan pengetesan terhadap mesin kendaraan, agar didapat angka besaran torsi dan tenaga, dengan alat khusus yang biasa disebut Dynometer. Torsi sendiri merupakan kemampuan mesin untuk menggerakkan kendaraan dari kondisi diam hingga berjalan. Torsi ini berkaitan dengan akselerasi.

Sedangkan power bisa diartikan, seberapa cepat kendaraan tersebut mencapai kecepatan tertentu. Misalnya kendaraan A bisa menempuh 0-100 kpj selama 6 detik, sedangkan kendaraan B cukup 5,5 detik. Dengan demikian, diartikan power kendaraan B lebih besar dari A. Besaran torsi salah satunya diwakili dengan Nm (Newton meter) pada rpm tertentu.

Sementara untuk tenaga, pakai satuan dk (daya kuda) pada rpm tertentu. “Hasil dari pengukuran dengan alat tersebut, biasanya tingkat akurasinya tinggi. Sehingga bagi tuner, bisa dijadikan pedoman untuk melakukan pekerjaannya,” ujar M. Soleh, pemilik workshop Sigma Speed di Pancoran, Jaksel.

Jenis Kendaraan

Semua jenis kendaraan baik yang berpenggerak roda belakang maupun depan, atau bahkan depan dan belakang bisa diukur menggunakan dynometer. Bahkan kendaraan yang menggunakan transmisi manual ataupun otomatis, kecuali yang pakai transmisi jenis CVT ya, bisa diukur torsi dan tenaga mesinnya.

Hanya saja memang, kendaraan bertransmisi otomatis, butuh treatment tersendiri. Misalnya pada Toyota Avanza otomatis, maka tuas persnelingnya dikunci pada posisi D3. Agar pada putaran mesin tertentu, gigi percepatannya enggak lompat ke angka yang selanjutnya.

Mungkin juga pernah mendengar, bahwa mesin dyno di bengkel yang satu angkanya lebih kecil. Sedangkan di bengkel yang lain, bisa lebih besar. “Sebab masing-masing merek dyno memiliki kalibrasi yang berbeda. Jangankan yang beda merek, untuk yang satu merek saja bisa juga beda hasilnya. Meski memang perbedaannya enggak terpaut banyak,” tegas M. Soleh.

Dengan kenyataan yang seperti itu, maka seyogyanya untuk urusan pengukuran dengan dyno meter dilakukan pada 1 tempat saja. Berbeda- beda tempat, malah akan bikin bingung menentukan hasil akhir yang hendak dituju.

Macam Dynometer

Di Tanah Air saat ini, workshop yang menyediakan jasa dynometer menggunakan jenis chassis dyno. Kalau bicara di luaran sana, juga ada yang disebut engine dyno. Mari kita bahas dari engine dyno, alat ini mengukur torsi dan tenaga pada flywheel. Jadi poros yang digunakan sebagai input ke mesin dyno, mengambil titik dari roda flywheel yang tersambung ke kruk as. Dinilai kurang praktis dalam pengoperasiannya, maka dyno jenis ini kurang diminati. Bahkan mesin yang era 1990-an jadi andalan builder seperti M. Soleh, kini dibiarkan mengganggur.

Kepraktisan dan kemudahan pengoperasian jadi alasan bengkel memilih untuk berinvestasi chassis dyno. Jenis ini terbagi menjadi 2, yakni axle dynometer dan on-wheel dynometer. Disebut chassis dyno karena mesin kendaraan tersambung transmisi, transfer case dan axle differential. Jadi pengetesan ini, mesin dan seluruh sasisnya terpasang.

Lanjut ke axle dynometer, dimana pengetesan dilakukan melalui as roda yang disambungkan ke dalam mesin dyno. Dengan kondisi roda dilepas, mencari hasil akhir torsi dan power dengan simulasi memasukkan ukuran ban tertentu. Untuk on-wheel dynometer, menggunakan roller sebagai input pengetesan. Jadi roda kendaraan yang dites, bertumpu pada roller tersebut.

Bagaimana Baca Grafik Dyno

Setiap kali melakukan run, maka akan didapat hasil berupa grafik. Bagi yang sudah biasa melakukan pengetesan dengan dynometer, tentu mudah membaca grafik dari pengetesan tersebut.Bagi yang belum terbiasa, begini caranya. Ambil contoh pada Dynopack, maka akan tertera di sebelah kiri itu mewakili angka torsi dan sebelah kanan, itu besarnya tenaga yang dihasilkan. Di bagian bawah itu angka putaran mesin.

Cara bacanya, dari grafik torsi yang biasanya ada di bagian bawah melihat angka di sebelah kiri (besarnya) dan bawah untuk putaran mesin. Sedangkan grafik power (atas) melihat angka yang dihasilkan di bagian kanan dan putaran mesinnya di bawah. Dengan grafik torsi dan power yang jadi satu, akan memudahkan dalam urusan membaca hasil pengukuran.

Contoh lainnya ketika menggunakan mesin dyno berlabel Dastek (Sigma Speed, Bening Motor, Rev Engineering dll). Grafik torsi dan power disajikan secara terpisah. Angka penunjuk hasil grafik torsi maupun power adanya di sebelah kiri. Sedangkan untuk putaran mesinnya tetap ada di sebelah bawah. “On-wheel dynometer ini biasanya mampu menerima beban kendaraan dengan tenaga kuda di atas 200 dk,” kata Taqwa Suryo Swasono, owner Garden Speed di Cilandak, Jaksel yang punya baik axle maupun onwheel dynometer.

Sampai saat ini, pengetesan dengan menggunakan dynometer itu berkaitan erat dengan upgrade performa mesin. Baik yang menggunakan part performa sifatnya plug and play, sampai tuning mesin secara serius untuk balapan. Namun sesungguhnya, alat tersebut juga bisa digunakan untuk pengetesan pada kendaraan standar. Misalnya saat menghadapi keluhan konsumen yang secara spesifik menyebutkan adanya bunyi dengungan ketika melaju di kecepatan 100 kpj.

“Menghadapi keluhan konsumen yang seperti itu. Dilakukan bongkar dulu, baru dilihat apa yang terjadi di bagian yang dikeluhkan oleh konsumen. Atau kalau konsumen hanya bertanya, analisa yang diberikan berdasarkan pengalaman yang sudah-sudah,” ucap Ali Sofyan, mekanik RM Motor di Depok.

Dengan keluhan secara spesifik seperti itu, saat ini sudah enggak mungkin dilakukan pengetesan secara langsung di lapangan, yang pasti juga enggak safety. Tapi dengan menaikkan kendaraan di atas mesin dyno dan di-run sesuai dengan keluhan konsumen, akan bisa didapat analisa yang lebih presisi penyebab masalah tersebut. “Pastinya juga lebih aman bagi mekanik,” kata Taqwa

Garden Speed. Jl KH. Muhasyim VII, Jaksel. Telp: 021-7512625