Servis Pasca Garansi Habis MANA YANG PALING MURAH ?

Tabloid Otomotif, September 2015

Servis Pasca Garansi Habis
MANA YANG PALING MURAH ?

1

Pasca garansi resmi berakhir, maka pilihan bengkel yang dituju konsumen ada dua bengkel. Pertama, tetap melanjutkan servis berkala di bengkel resmi. Kedua beralih ke bengkel non resmi atau umum. Keduanya sah-sah saja dilakukan. Pascagaransi berakhir, tentu free jasa servis akan habis pula. Maka servis berkala di bengkel resmi akan dikenakan biaya jasa servis. Nah,
servis inilah yang dianggap paling memberatkan pengeluaran kantong. Serta harga part yang setelah diakumulasi pajak akan menjadi lebih mahal.

Oleh karenanya servis berkala di bengkel umum dapat menjadi alternatif. Namun perlu diingat, jangan asal pilih bengkel umum. Paling tidak carilah yang telah memiliki standar kerja yang tak kalah dengan bengkel resmi. Peralihan dari bengkel resmi ke bengkel umum pascagaransi ini memang hak konsumen.

Selama masa garansi, servis dilakukan di bengkel resmi. Pascagaransi, konsumen yang balik sebesar 50 persen, pindah ke cabang Auto2000 lainnya 30 persen dan yang tidak diketahui (last) 20 persen. Dari 20 persen tersebut kemungkinan beralih ke bengkel umum,”ungkap Rocky Jonathan, Service Manager Auto2000 Permata Hijau Jaksel.

2

Rincian pekerjaan di bengkel resmi tentunya telah ditentukan
berdasarkan SOP (Standard Operation Procedure) yang tertera pada buku panduan pemilik kendaraan. Oleh karenanya,jenis pekerjaan serta biaya jasa servis dan harga sparepart telah ditentukan nilainya.Namun sebetulnya, perlakuan bengkel resmi juga tidak sak/ek.

Biasa nya service advisor ataupun mekanik akan menawarkan beberapa kondisi additional.“lya misalnya penggunaan brake cleaner bersifat additional, ganti kampas rem hanya pada kondisi yang dinilai sudah tipis, dan lain sebagainya,” papar Dhaniar Nursetyo Harmono, Technical Leader Auto2000 Permata Hijau.

ITEM PEKERJAAN TIDAK DIKLASIFIKASI SECARA UMUM

Servis berkala di bengkel umum, tidak langsung diklasifikasi berdasar mobil, namun lebih kepada kisaran. Sebab, pada bengkel umum, menerima seluruh merek danjenis, akan sangat merepotkan jika harus dibikin berdasar varian mobil.

Secara besaran harga yang dikeluarkan untuk servis di’bengkel umum juga beragam. “Kalau untuk harga, bisa jadi kita sedikit lebih mahal dibanding bengkel resmi.Tapi, jenis pekerjaan yang kita lakukan juga lebih banyak dan detil dibanding bengkel resmi,” sebut Wiewie Rianto dari bengkel Firna Protechnick di bilangan Tanjung Duren, Jakbar. Dicontohkan ketika melakukan servis rutin di kilometer 20 ribu. Sebagai contoh Toyota Avanza. di bengkel tersebut dikenakan tarif sebesar Rp 350 ribu. Jenis pekerjaannya lebih luas dibanding bengkel resmi. Karena sampai turun tangki bahan bakar, pengecekan hlter bahan bakar, pengecekan busi, pengecekan filter uda ra, membersihkan idle up, membersihkan throttle body sampai juga scanner. Memakan waktu paling tidak selama 2 jam.

Sementara itu, Taqwa Suryo Swasono, pemilik bengkel Garden Speed CilandakJaksel juga menerapkan servis berdasar kilometer.“Panduannya kita buat sendiri. Kompilasi dari bengkel resmi mobil merek Jepang dan Eropa serta pengalaman bengkel,”tambahnya.

Berdasar buku catatannya, pada kilometer 20 ribu, ada sebanyak 27 items yang dikerjakan. Mulai dari sekedar pemeriksaan sampai pennggantian. Untuk biayanya, berkisar Rp 525-750 ribu. “Bergantung pada mobil, tingkat kesulitan, kapasitas mesin danjugajumlah’silinder. Tapi patokannya di angka tersebut,” sebutnya.

Dalam listtersebut tidak ditemukan items pengerjaan turun tangki bahan bakar. Sebab menurut Taqwa,]ika setiap 5.000 kilometer hiter bahan bakar diperiksa, tidak perlu dilakukan turun tangki.”Tapi tergantung juga, kalau konsumen minta, ya kita kerjakan,” sebutnya.

3

Menariknya, di bengkel nonresmi sekalipun juga diberikan garansi pekerjaan. Garden Speed memberikan garansi pekerjaan selama 7 hari kerja. Nah, melihat dua bengkel saja list dan harga sangat berbeda. Sebab itu, ada baiknya konsumen mengenal betul bengkel yang akan dijadikan rujukannya.

Jika masih bingung terhadap bengkel nonresmi, bisa tanyakan saja pada bengkel tersebut, apakah memiliki patokan servis berdasar kilometer atau tidak. Seandainya tidak ada, patokan dari bengkel resmi atau buku servis bisa dijadikan acuan.