Tabloid Otomotif, November 2013
Kejurnas Indonesia Super Production Seri 5, Sentul
ENGGAK PASANG TARGET MALAH MENANG

Penampilan pembalap tim Honda Bandung Center di ajang kejurnas Indonesia Super Production seri 5 Sentul (27/10) cukup gemilang. Tampil nothing to lose, eh hasilnya malah juara. Hal itu diungkapkan Fitra Eri yang di seri kelima tidak menargetkan hasil yang muluk-muluk. “Setelah sempat mengalami problem patah as di seri ke-3, maka seri ini coba untuk tampil sebaik-baiknya Ternyata berhasil gondol kemenangan,” cerita Fitra Eri.
Bukan kemenangan mudah memang yang diraup oleh pembalap bernomor start 18 itu. Sepanjang balapan yang ditempuh, tepatnya 18 putaran, terus ditekan oleh andalan kubu Honda Racing Indonesia, Rio SB.

Namun kedua mobil yang jadi andalan Fitra Eri dan Rio SB menerapkan metodologi berbeda. Kendaraan Fitra Eri terbilang lemah di sektor suspensi sehingga kurang agresifmelibas tikungan. Namun tenaga mesin di lintasan Iurusjadi unggulan. Sebaliknya, besutan Rio SB, begitu kencang setiap melibas tikungan, sayangnya sedikit lemas di straight.
Kelebihan power mesin itulah yang membuat Fitra berhasil menyabet podium puncak. “Seri berikutnya sudah diketahui apa yang mesti dilakukan.Yaitu pembenahan mesin biarlebih bertenaga,” ujar Rio.
DISIKAT SUNNY
Hasil kejurnas ISP ronde 5 ternyata bukan hasil memuaskan bagi kontestasn. Salah satunya adalah Haridarma Manoppo. Pembalap
ASCO Go Motorsport ini sejak start dimulai hingga beberapa lap menjelang Finish bertengger di posisi tiga besar. Kondisi yang terbilang enguntungkan terlebih menilik posisi klasemen pembalap yang tetap membuatnya bertengger di puncak.

Apa lacur, tiba-tiba posisi 3 yang ditargetkannya punah saat mobilnya kehilangan tenaga dan harus hnish di peringkat 7. “Mesin overheat sehingga tenaganya drop. Penentuan di seri terakhir jadi sangat menentukan. Apalagi, posisi puncak kini direbut Sunny TS. dengan perbedaan satu poin,” cerita Haridarma Manoppo.
Bagi Sunny TS. yang kini menjadi pemuncak klasemen dengan selish satu mata mengaku bukan pekerjaan mudah. Apalagi, kubunya masih butuh banyak pembenahan untuk bisa mengamankan titeljuara nasional musim ini. “Unggul satu poin dan masih ada satu seri lagi sebuah tugas berat. Kami berusaha membenahi kekurangan kami di seri ini agar di putaran 6 nanti bisa tampil lebih baik lagi,” imbuh Sunny TS.
Seru nih, seri pamungkas jadi penentuan siapajadi juara nasional musim ini.





