Tabloid Otomotif, Juni 2006
TOYOTA VIOS 1.5 E 2003
RAHASIA MELEJIT DI SIRKUIT

Hayo tebak dimana tempat paling tepat dan aman buat ngebut? Lupakan jalan protokol saat malam atau lintasan tol! Sirkuitlah satu-satunya lokasi yang pas. Namun jangan asal gas pol.
Perhatikan peta sirkuit dan racing line yang ada. Enggak ketinggalan, siapkan besutan. Nah, kalau yang satu ini, OTOMOTIF kasih bocoran langsung dari Taqwa SS, tuner Garden Speed sekaligus manajer Garda Oto (Racing Team soal rahasia kesuksesan meraih juara 1 GT Car Championship dan Toyota Vios Cup pada balap turing seri pertama yang baru lalu.

CAMBER
Balap Grup-N merupakan salah satu kelas dilombakan pada kejurnas balap turing di sirkuit Sentul, Jawa Barat. Regulasinya membatasi modifikasi, terutama di sektor mesin.

Toh, balapan di sirkuit tidak selamanya urusan gede-gedean tenaga. Maka peta kekuatan balap Grup-N sebenarnya ada pada sektor suspensi.
Di situlah perang kestabilan terjadi saat kebut-kebutan.

Toyota Vios andalan Garda Oto Racing Team ini pun dimodifikasi dengan fokus pada kaki-kaki. “Buat sedan, settingan di tikungan kecepatan rendah terletak pada camber dan toe. Tetapi pada tikungan high speed, setelan suspensi sangat berpengaruh
selain camber,” ulas Taqwa.

Fitra Eri, pembalap yang mengemudikan Toyota Vios ini pun setuju kalau kunci settingan adalah untuk melahap tikungan. ”Gambar roda dibuat sangat negatif. Ban jadi miring. Tetapi saat belok, ban (di sisi luar tikungan, red) jadi tegak lurus dengan aspal.

Dengan begitu, traksi jadi maksimal,” Sebab jika terlalu ceper, bantingan malah terlalu keras. Mentul-mentu/ gitu.
Hal ini malah kurang efektif. Sebab kestabilan mobil jauh berkurang,.Setelah ketinggian didapat, tinggal mengatur camber. Untuk itu, lubang pengikat knuckle roda pada sokbreker depan dibentuk elips.

Settingan suspensi sekaligus dirancang untuk menurunkan ride height, alias tinggi mobil. Caranya dengan mengganti sokbreker depan tipe MacPherson dengan cai/over shock buatan TOM’S. Di belakang pun terjadi penggantian sokbreker dan per TOM’S yang
jauh lebih pendek.
Sokbreker baru fully adjustable bisa disetel ketinggian dan dampingnya. “Total setelan ketinggian sekitar 7 cm. Sedangkan dampingnya bisa disetel sampai 18 klik,” urai Taqwa.

Oh ya, ketinggian ini tidak diturunkan sampai setelannya habis, lo. Sebisa disetel masuk atau keluar, mengakibatkan perbedaan camber.
Begitu juga di belakang. Dudukan as roda pada batang lateral pun diganjal supaya roda miring. Dengan gaya mengemudi Fitra, sudut camber disetel lumayan ekstrem. “Kira-kira di depan -30 dan belakang -40,” buka Tana.
Terakhir, pelek Enkei RP 01 yang ngetrend disebut Enkei “tulang” 16 inci dipercaya menjejak aspal. “Diameter roda segitu paling pas buat turing. Catatan waktu lebih baik daripada pakai pelek 15 inci,” bisik Fitra. Tuh, contekannya komplet kan?





