MODIFIKASI HONDA CIVIC NOUVA 1990 SPEK TINGGI PENUHI HASRAT HATI

Tabloid Otomotif, Juli 2003

Bagi G L Danuputranto, mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi merupakan kenikmatan tersendiri.

Untuk mengekspresikan keinginannya itu, Wido-panggilan akrabnya- merombak dapur pacu Honda Civic Nouva 1990 miliknya.

106a-nouva

Upgrade menggunakan komponen racing pada mesin standar dianggap belum memuaskan hasratnya. Akhirnya, mesin diganti utuh dengan spesifikasi lebih tinggi.

PINDAH AKI

Setelah sempat mencari-cari tipe mesin yang tepat, akhirnya diputuskan mencangkok mesin Honda DOHC VTEC (B16A) berikut girboksnya. Enggak salah memang Wido memilih B16A buat di mobilnya. Dapur pacu 1.600 cc ini sudah dilengkapi sistem injeksi yang mampu mengdongkrak tenaga hingga sekitar 160 dk.

Langkah pertama adalah menurunkan dapur pacu asli dari sarangnya. Sebelum ‘naik’ ke ruang mesin, semua komponen diperbaiki, maklum statusnya komponen limbah eks Singapura.

Pemasangan tak mengalami masalah berarti, hanya memundurkan posisi engine mounting sebelah kiri atas. Soalnya dimensi girboks baru sedikit lebih besar. Sayang, cara yang dilakukan Wido termasuk beresiko, yaitu dengan mencoak sasis sekitar 50 mm. “Supaya rangka teteap kuat, dindingnya diberi lapisan pelat setebal 5 mm,” lumayan kuat deh !

Mengantisipasi semakin sesaknya ruang mesin akibat masuknya mesin baru, warga Lenteng Agung, Jaksel ini membuat radiator yang lebih kecil, sebagai pembantu pendinginnya digunakan kipas elektrik milik Civic Estilo. Kemudian aki pun ikut berpindah tempat. Biasanya bersanding mersama mesin, sekarang ngumpet di bagasi.

Mendongkrak tarikan biar lebih mantap, Wido mengganti header standar dengan hasil rancangan sendiri model 4-2-1. Pengapian dibantu koil bikinan Jacobs Electronics dan busi Brisk.

106b-nouva

Mengimbangi laju mobil yang semakin kencang, perangkat rem ditambah sistem antikunci meniru prinsip kerja ABS (Antilock Brake System). Sedangkan menghilangkan gejala limbung ketika dipacu, pernya dipotong satu ulir dengan paduan sokbreker standar.

Sekarang Wido bisa menumpahkan hasrat !