INDOPOS, Februari 2009
Penampilan menawan ditunjukkan Fitra eri di seri kedua kejuaraan GT Car di Sirkuit Lippo Village, Karawaci , kemarin. Dia menyebut dua juara di dua kelas. Di samping jago di belkang kemudi, pembalap dari Garda Oto Racing Top 1 itu juga menekuni tulis menulis.
NELLY SITUMORANG, Jakarta
MEMANG, darah balap tidak mengalir dari orang tua eri. Kedua orangtuanya berpropesi sebagai dokter. “Awalnya dilarang keras, tapi karna orang tua melihat tujuannya bukan untuk hura-hura, akhirnya mereka pun mengizinkan. Yang utama kan , restu dulu yang didapat. Saat itu dukungan orang tua tidak lebih, sekedar memberikan mobil untuk di pakai,” jelas eri yang menekuni dunia balap sejak 1996 tersebut.

Tampaknya , untuk menunjang pengetahuannya dalam dunia otomotuf, tak cukup terjun langsung sebagai pembalap. Dia menggeluti dunia lain yang erat hubungannya dengan hobinya tersebut. “Saya kuliah juga jurusan tehknik mesin (UI) . Untuk menunjang kelangsungan karir tentunya,” tambahnya. Setelah meraih berbagai prestasi pada kejuaraan nasional, nama Eri pun mulai diperhitunjgkan.
Yang menarik, meski sibuk di dunia balap, pada 200 Eri memutuskan mencari pekerjaan sebagai wartawan. Alhasil dia diterima pada salah satu majalah otomotif. Sampai saat ini, Eri masih terus melakukan aktifitasnya di dunia jurnalistik. “ Awal saya diterima di majalah otomotif tersebuthanya kelapangan, habis itu ya sudah. Ternyata saya disuruh ngetik berita jugs. Awalnya agak berat, tapi sekarang sudah hal yang biasa, dan sudah menjadi profesisaja ya,” katanya.
“ Satu hal yang saya syukuri dari hal yang saya raih adalah prestasi. Itu yang tidak ternilai harganya. Sehingga, kalau orang memiliki hobi seperti saya, teruskan dan tunjukkan. Kalau hobi membawa kita ke podium, itu sesuatu penghargaan yang tidak bias dilukiskan dengan kata-kata. Kalau masalah materi itu relative,”tandas pria kelahiran Jakarta, 17 Oktober 1974 itu.




