TOYOTA GREAT COROLLA 1994 Supercar pun Takluk

Tabloid Otosport, Mei 2001

Great Corolla di Indonesia biasanya dipakai ibu-ibu berbelanja. Tapi tengok Great mantan TTI ini. Mazda RX7 pernah dibekuk. Eh, ,sekarang malah bingung pilih cabang.

Pada masa Team Toyota Indonesia (TTI) turun balap turing Grup A 5 tahun lalu, mobil yang sekarang dimiliki Sonny Aji Darwanto sangat disegani di Sentul. Chandra Alim dengan supercar Mazda RX7-nya pernah dibuat repot Indra Saksono, sang driver.

73a-corolla

Tapi di tangan Sonny, berubah jadi dragster. Itu lantaran kejuaraan Grup A sudah koit. “Nih memang mobil turing. Berhubung sekarang enggak ada, gue coba di drag race. Tapi kalau ada turing lagi, gue pasti turun”, ujar lulusan MM Agribisnis IPB itu.

73b-corolla

Karena kelamaan terbengkalai di gudang TTI Sunter, kondisi awal harus dikembalikan. Di tangan dingin Taqwa SS, punggawa GARDEN SPEED, pacuan diset kembali. “Dari sononya, memang kencang. Jadi cuma remapping ulang komputer, dan disesuaikan setting drag race”, tuturnya.

DUA PULUH KLEP

Berkode 4A-20, memiliki 5 klep per silinder. Yang menarik pasokan bahan bakarnya, mengandalkan four throttle body injection berdiameter 45 mm. Gak heran bila dapur pacu sanggup menyemburkan tenaga 170 dk pada keadaan standar. Begitu diganti komponen kompetisi keluaran TRD, melonjak hingga 225 dk pada 9.500 rpm.

73c-corolla

Sayang tenaga sebesar itu mubazir di drag race. Pasalnya, perbandingan gigi dibuat khusus turing. Begitu dicoba di lintasan drag, mesin hanya meraung karena jarak perpindahan gigi amat dekat. Belum lagi gigi 1 terlalu panjang, menyulitkan saat start.

“Remapping ECU yang dilakukan hanya sebatas pengaturan masuknya bahan bakar dan waktu pengapian. Sehingga didapat power band (rentang tenaga) antara 7.500 rpm hingga 9.300 rpm”, ujar punggawa GARDEN SPEED itu.

KAKI PILLOW BALL

Sokbreker dan per mengandalkan produk TRD. “Busyet keras banget nih mobil. Tapi kalau udah di Sentul enak banget diajak nikung”, ujar Sonny. Didukung sambungan pada kaki-kaki yang menggunakan pillow ball, jadi lebih presisi.

Pengubahan sudut camber juga mudah dilakukan. Tinggal menggeser bagian atas sok karena di sana ada camber correction kit. “Untuk drag race, roda ditegakkan. Nanti kalau turing, tingga miringkan kembali”, tutur Taqwa.

Sistem rem dipercayakan pada produk AP Racing (Inggris). Sistem rem spek Grup ini, mengandalkan pedal box tanpa booster, dan dilengkapi brake bias. Ada 4 piston pada kaliper rem depan dan 2 piston di rem belakang. “Waktu pertama kali dicoba, gue sempat panik karena mobil nggak mau berhenti”, kekeh Sonny. Ternyata sistem remnya baru bekerja optimal setelah suhu rem 500 derajat Fahrenheit (sekitar 260 derajat Celcius).

Berhubung mobil turing, peleknya pun cukup aneh. Selain ringan, pelek Enkei yang dipakai hanya memiliki satu baut roda seperti besutan F1. Jelas bakal kesulitan jika harus mengganti dengan model lain. Soalnya tipe satu baut seperti itu sangat jarang dan mahal.

Yang istimewa, pemakaian alat pengatur bensin dan waktu pengapian yang bisa diatur pengemudi. Sangat membantu dalam menyeting mobil bila terjadi perubahan suhu secara tiba-tiba. “Banyak lho orang yang nanya alat itu untuk apa”, bangga sang pemiliknya.

Taqwa menjelaskan, sistem itu terintegrasi dengan komputer. “Sama saja menyetting dengan komputer melalui laptop. Cuma yang ini jauh lebih simpel dan mudah”.

73d-corolla

KASUS (KATA SUSAH)

Four Throttle Body Injection : Tiap silinder dipasok satu unit pemasok bahan bakar injeksi.
ECU (Electronic Control Unit) : Perangkat elektronik untuk mengatur campuran bahan bakar dan waktu pengapian. Lazim disebut komputer.
Brake bias : Alat pengatur distribusi tekanan rem depan dan belakang.
Pillow Ball : Bantalan pengganti ball joint dan tie rod. Memiliki desain keras namun fleksibel pada sambungannya.