Spek Nissan Primera Sulit Ditaklukkan!

Tabloid Otomotif, Oktober 2010

Spek Nissan Primera Sulit Ditaklukkan!

152a-nisan

Memang ada 6 pembalap yang ikutan seri 4 kelas GT Radial Super Car Championship di Sirkuit Sentul (10/10). Namun sesungguhnya Robert Paul berlomba sendirian memakai Nissan Primera. Pasalnya secara spesifikasi, Primera jauh di atas peserta lain. Robert pun mengulangi kembali meraih juara pada tiga seri sebelumnya.

Jangan heran bila sesaat sebelum lomba dilangsungkan, pria Kanada yang telah belasan tahun bermukim di Jakarta ini tampak ‘ngadem’ di mobil yang berpendingin udara portabel. “Secara kemampuan mobil memang tidak ada lawan. Tapi, di balapan segala sesuatu kan bisa terjadi,” senyum Robert mencoba merendah.

Meski sempat tertinggal saat start dari James Rivai (Honda Civic K20) namun akhirnya Robert hanya butuh 3 lap buat menyusulnya dan finish terdepan. Terlihat Nissan Primera eks BTCC yang didatangkan dari Selandia Baru tak ada lawan. “Terus terang, saya butuh tantangan lebih dari ini. Tapi, itu kan tugas penyelenggara agar balapan ini menjadi ramai,” lanjut Taqwa Suryo Swasono, engineer mobil Robert.

Seharusnya diciptakan kompetisi berimbang antarpembalap agar kelas ini ramai. “Sebelum musim ini berakhir, sebaiknya kita bisa segera bertemu untuk membicarakan masa depan kelas Supercar. Di situ kita bahas berbagai hal untuk merumuskan yang terbaik,” kata Taqwa.

James Rivai terlalu empuk bagi Robert. Karena dia baru dua kali ikutan balap mobil turing. Sebelumnya, James dikenal sebagai pereli. Makanya begitu banyak yang harus dipelajarinya. Dari terbiasa menggeber mobil berpenggerak 4 roda menjadi mobil berpenggerak roda depan. “Belum lagi, mobil juga belum perfect. Tapi saya akui, balap Supercar itu menarik,” kata James.

Pria yang memperkuat tim Gondor Motorsport yang dikomandani Andreas ini akan lebih mendalami balap mobil dengan lebih banyak latihan. Cara membawa mobil, menggapai top speed di trek lurus hingga mengambil tikungan sangat berbeda dengan reli. “Ini akan menjadi challenging bagi saya. Ke depan saya pasti bisa karena dibimbing terus sama Om Aswin Bahar,” senyumnya.

152b-nisan

Absennya Harry Pahlawan memang mengurangi tingkat persaingan. Namun sejatinya masih ada nama-nama lain bisa meramaikan kelas ini seperti Aswin Bahar, Indra Saksono bahkan Alvin Bahar yang ternyata hanya mengikuti satu kelas saja pada Minggu (10/10) lalu.

Kini menjadi pekerjaan rumah bagi penyelenggara dan PP IMI yang semakin kurang serius mengelola balap di tanah air.