Rahasia Kemenangan Fitra

Tabloid Otomotif, Februari 2009

Fltra Eri dengan Toyota Yaris mampu mengalahkan para pembalap yang mengandalkan Honda All New Jazz. Kunci kemenangan Fitra karena lebih siap dibanding tim lain. Benang merah itu mewarnai seri kedua Grand Touring Championship di Lippo Village lnternational Formula Circuit (LVlFC). Karawaci.Sabtu (21/2).

100a-gs

Yang mendapat sorotan. tentulah Fitra Eri. Mengamalkan Yaris, mampu berada pada urutan kedua kualifikasi. sedang Rama dan Sunny (HJC-Petronas) yang telah mendapat beban maksimal 60 kg dan 50 kg, ketiga dan keempat. Sedang Alvin Bahar meski pole position tapi mesin mobilnya masih suka mbrebet.

Begitu start dilepas, Fitra langsung menyodok ke depan dan hingga 15 putaran tak terkejar menyabet podium utama. Keberhasilan ini disebut pembalap bertubuh langsing ini sebagai kerja keras seluuh tim. “Saya sendiri kaget langsung bisa di depan. Karena awalnya berharap bisa konstan di tiga besar saja udah bagus.” kata Fitra.

Beberapa kejadian sempat membuatnya kuatir. seperti di awal lomba Alvin beberapa kali benrsaha mendahului. Begitu pun pada 6 lap terakhir. Fitra berharap tak membuat kesalahan yang bisa dimanfaatkan lawan. Apalagi Rama ymg telah mendahului Alvin semakin mendekat. “Alhamdulillah.
akhimya hnish duluan.” kata Fitra yang memperoleh hadiah utama Rp 50 juta.

Menurut Tagwa 88, kepala mekanik tim Garda OtoTop 1 . yang dilakukan sederhana saja. yakni dengan memutari lintasan sepanjang 3,2 km itu. Lewat masukan dari pembalapnya itu, Taqwa melakukan sampan. utamanya pada bagian suspensi. “Mengingat beberapa ruas sirkuit LVIFC cenderung bumpy.
perlu peredaman pada travel sokbreker. Suspensi dibikin lebih tinggi, tapi frekuensinya mesti benar,” buka Tagwa yang memiliki peralatan pengukur kinerja suspensi di bengkelnya. Garden
Speed.

100b-gs

Saya bilang Fitra itu pembalap edan. Dikepung para pembalap Honda,tapi bisa melejit ke depan. Tapi persiapan mobil yang sudah rapi jauh-jauh hari. saya kira ikut andil untuk keberhasilannya.” kata Lamentius Iwan Pranoto. retail marketingg dept head Garda Oto selaku sponsor.

Alvin mengaku sudah feeling susah menang. “Saya analisa piggybadr dengan ECU beium ketemu harmonisasinya. ECU All New Jazz sudah canggih sehingga pr’ggyback susah melakukan penetrasi,” ujar andalan Honda Racing Indonesia itu.

Tin Ko Hui. manapr tim Honda Jakarta Carrier-Petronas (HJCP). mengatakan Rama diharapkan bisa ke depan karenameski secara regulasi terlena beban 60 kg sejatinya hanya 30 kg. Mengingat Rama ovenveighthingga 30 kg. Apalagi secara wakhr. hanya beda 0.30 detik dengan yang tercepat “Tapi,
Fitra memang sangat cepat. Kalau tidak, HJCP pasti kembali mengawinkan juara Grand Touring dan OMR Jazz seperti seri satu lalu.” kata Ko Hui.

Pria kalem ini menunjuk faktor kurangnya latihan membuat kesuan sertifig suspensi. Karena jadwal latihan yang sempit dari panitia, dengan dua pembalapnya mendapat beban maksimal. “Satu lagi. meski Yaris yang dipakai Htra mendapat beban 30 kg, tetapi dengan 2 mobil kami masih lebih
ringan 50 kg karena ketenaran bobot Yaris yang 960 kg sedang Jazz dengan 990 kg.” lanjut Ko Hui.

100c-gs