RACECAR ALFA ROMEO 1750 GT VELOCE 1968 “FAST BY STANDARD”

Majalah AUTOCAR, Februari 2013

RACECAR
ALFA ROMEO 1750 GT VELOCE 1968
“FAST BY STANDARD”

1

Alfa Romeo GTV mempunyai DNA mobil balap sejak era ’60-an, apa jadinya kalau barang-barang jadul yang menempel di GTV 1968 ini dipakai balap turing saat ini? Bisa kencang! Robert Paul dan Taqwa membuktikannya dengan konsep yang tak lazim.

SEJARAH 1750 GT VELOCE

ALFA Romeo memberi kode 105.45 untuk 1750 GTV dengan setir kanan yang diproduksi mulai 1967 (Series 1) hingga 1971 (Series 2). Mobil ini pengganti seri Giulia Sprint GT Veloce, ubahan paling mendasar dari kapasitas mesin yang diperbesar hingga 1.800 cc.

2

Mesin yang sama juga dipakai di 1750 Berlina Sedan dan 1750 Spider. Untuk bodi, 1750 GTV punya empat lampu depan dibanding generasi sebelumnya yang memakai dua lampu dengan moncong yang melengkung.

Untuk 1750 GTV versi Amerika dibekali sistem injeksi buatan Spica untuk memenuhi batas emisi gas buang. Sedangkan versi Eropa dan negara lain tetap memakai karburator. Total sebanyak 44.269 unit 1750 GTV dibikin Alfa Romeo.

Namanya mobil klasik biasanya dicari dan dirawat dengan perhatian penuh alias disayang-sayang. Akan tetapi tidak dengan Robert Paul. Dia berpikiran dan punya pendapat berbeda karena ekspatriat asal Kanada ini punya golongan darah tipe R alias Racing. Puas bermain drag race dengan spek mobil Pro Stock, Paul menjajal bermain balap retro yang mulai ramai digelar di sirkuit Sentul sejak beberapa tahun lalu. Jika umumnya peserta mencari mobil yang kencang di lansiran era ’70-an dan ’80-an seperti Datsun 160Y SSS atau Toyota Corola DX.

4

Paul tampil beda dengan mengincar mobil Eropa tepatnya asal Italia hingga didapat Alfa Romeo 1750 GT Veloce (GTV) keluaran 1968 (baca boks). Mobil ini punya basis kencang di zamannya bermodal suspensi independen depan belakang, mesin DOHC 8 katup dan bodi pipih yang aerodinamis.

Uniknya proses membangun mobil balap ini mengikuti kaidah bawaan bodi dan mesin Alfa Romeo GTV. Alhasil Taqwa Suryo Swasono, sebagai tuner Garden Speed, yang menggarap mobil Paul harus putar otak mencari vendor yang bisa membuat barang-barang khusus GTV spek balap.

“Bahkan sampai radiator khusus dipesen ke PWR Amerika dengan dudukan yang sama dengan bawaan GTV,” cerita Taqwa yang juga memegang Nissan Primera Paul untuk kelas Supercar.
Bukan perkara gampang memadukan barang baru agar singkron dengan mobil lawas yang spesifikasi dibikin kencang. Terutama dengan modal mesin orisinal GTV yang dibandingkan Iawannnya justru lebih kencang.

“Sebenarnya Corolla DX milik Musa punya tenaga lebih besar dibanding Alfa Romeo. Tapi balapan kan gak sekedar mengandalkan kapasitas mesin besar” yakin Taqwa.

Kombinasi karakter mesin yang kuat di putaran tengah dan setting
suspensi ciamik bisa mengantar Robert Paul jadi juara kelas Super Retro yang jadi kelas puncak di Indonesia Retro Car Championship 2010. Dengan basis standar tapi tetap bisa kenceng !

MESIN STAN DAR KENCANG

BERMODAL mesin kapasitas 2.000 cc DOHC 8 katup, GTV ini menjadi salah satu mobil kencang di eranya. Tapi kini tentu tak cukup lagi karena lawan-lawannya di kelas Super Retro melakukan engine swap memakai mesin mobil Jepang generasi anyar.

3

Tuner harus memperhatikan faktor durability mesin uzur disamping target tenaga yang ingin dicapai. Ubahan diawali dengan blue print dan melakukan proses balans. Dari kruk as, piston hingga setang piston orisinal GTV yang ditimbang ulang. Ubahan berat ada di kepala silinder dari porting, bikin kem, ganti per klep hingga pasang klep lebar.

Proses awal dilakukan dengan memperbesar diameter klep masuk dan buang yang diikuti dengan pembuatan kem custOm. “Yang dicari bukan durasi tinggi tapi lift klep yang maksimal untuk mendapatkan torsi besar di rpm menengah,” cerocos Taqwa.

Untuk mendapatkan center gravity yang lebih baik, pemasangan mesin orisinal GTV ini dibikin sedikit lebih rendah. Ubahan pendukung dengan pemasangan dua karburator Weber diameter 45mm dehgan filter udara Pipercross. Untuk intake manifold dan header dipesan dari Inggris sesuai spek GTV. Dari hasil pengukuran didapat daya di kisaran 200 dk dengan karakter kuat di putaran mesin tengah.

PERFECT BODY

ALFA Romeo GTV ini didapat dari salah kolektor mobil Eropa dl kawasan Kemang Jakarta Selatan. Namanya juga barang simpanan. kondisinya tentu mulus. Buat sebagian memang akan sayang memakainya untuk balap tapi show must go on.
Dilakukan proses peremajaan sasis monokok yang diikuti pemasangan rollbar sesuai homologasi FIA. Nggak kepalang tanggung untuk pengerjaan bodinya dilakukan oleh Murray, builder spesialis mobil klasik dari Melbourne Australia.

Tukang bikin bodi ini jago mengetuk tiap lekukan curvy GTV yang khas dengan palunya dengan finishing sempurna layaknya mobil kontes. Selanjutnya dilakukan proses diet dengan mengganti pintu memakai bahan aluminium. Alhasil, bobot mobil turun dari 1.038 kg jadi 900 kg saja.

ANOTHER CUSTOM WHEEL

Masih dalam tema keutuhan GTV adalah pemilihan pelk karena Alfa Romeo GTV ini punya PCD tak 4 x 108, bandingkan dengan umumnya mobil Jepang yang memakai 4 x 100 atau 5 x 114.

Karena tak tersedia ukurannya maka Paul kepalang tanggung memesan pelek custom buatan Kaiser ke Amerika dengan ukuran 15 inci x 8 inci. Kaiser jago membuat pelek balap untuk mobil VW dan mobil hotrod. Langka dan unik!

Sebagai pembungkusnya dipilih Michelin Pilot Sport ukuran 205/55-15. Ini sebagai solusi karena ban slick diharamkan hingga Taqwa mencari solusi ban high perfomance seperti Pilot Sport yang ukuran 18 lncl menjadi bawaan Porsche Carerra GT3.

5Masih ada barang unik yang nemplok di roda depan yaitu cakram kompetisi dengan diameter lebar yang dijepit kaliper 4 piston buatan Alfa Racing. Lagi-lagi tinggal pasang saja karena memang dibikin khusus oleh Alfa Romeo untuk kebutuhan balap.

KABIN NYAMAN

BAGIAN dalam GTV” kelir merah ini seperti lazimnya mobil balap yang trondol dengan bucket seat Sparco Evo dan deretan tombol dan instrumen dari Stack. Tapi yang unik di sisi kiri belakang terdapat kotak khusus Ini adalah alat pendingin buatan Cool Suit dengan diisi es batu dan air lalu ditiup oleh kipas lewat selang yang dipasang dibelakang jok agar pembalap tak gerah selama balap.

6

SUSPENSI CUSTOM

Ini juga di luar kewajaran karena mengubah suspensi standar ke spek balap lazimnya dengan mengganti coil over shock kompetisi. “Repotnya bagian roda belakang GTV ini nggak bisa disetel-setel, jadi kita bikin ulang semuanya dengan pipa tubular dengan dimensi yang sama agar bisa setel chamber, toe-in hingga toe out,” lanjut Taqwa.

Tapi sesuai regulasi kelas Super Retro, titik pemasangan lower arm dan upper arm ini masih mengikuti bawaan GTV plus bodi bawah tetap utuh.

Proses selanjutnya menjadi sangat krusial untuk mobil balap dengan melakukan setting suspensi buatan Bilstein. Untuk urusan ini, pemilik bengkel di kawasan Cilandak Jakarta Selatan ini tak mau setengah-setengah dengan melengkapi alat khusus dari dyno shock, spring rate tester sampai timbangan mobil 4 titik.

Menyesuaikan dengan gaya Robert Paul yang halus, komposisi berat mobil ini dibikin 55 persen di roda depan dan 45 persen untuk poros belakang.

Hasilnya best lap 1 menit 51 detik didapat Paul dengan sempurna karena GTV seolah melekat erat ke aspal Sentul.

7