Peugeot 504 1970 LIAR SETELAH LAMA TERLANTAR

Tabloid Otomotif, Agustus 2003

Sudah bertahun-tahun aku dibiarkan terlantar di garasi majikanku. Seluruh bagian tubuhku, mulai bodi sampai kaki-kaki, jadi enggak bias berfungsi sempurna lagi karena kurang dirawat. Mungkin lantaran aku sadah tua, sehingga jika dipakai kalah gengsi dengan rekan-rekanku yang lebih muda. Hiks, sedih.

104a-peugeot

MESIN CELICA

Hingga suatu ketika, dating adik ipar majikanku, namanya Amir H. Sjamssoeddin. Ayah tiga anak ini sangat tertarik dengan diriku dan langsung meminangku. Rupanya ia punya rencana hebat buatku.”Tampilan harus dibuat kembali mantap seperti baru,”ujarnya.

Membangun kendaraan tua seperti aku ini ternyata merupakan hobi majikan baruku. Awalnya Amir hanya ingin mempercantik penampilanku. Makanya aku langsung dikirim ke bengkel cat milik temannya.

Tetapi setelah tampangku terlihat manis, tenagaku dianggap kurang mumpuni. Apalagi mesinku ternyata selalu bermasalah. Ketika dibongkar, banyak jeroan sudah rusak. Sehingga ketika ditawari dapur pacu Toyota Celica 3S-GE Twin Cam 16 katup, Amir langsung mengangguk.

Operasi pemasangan dapur pacu 2.000 cc ini kedalam tubuhku memang agak sulit. Lantaran ukurannya sedikit lebih panjang dari bawaan pabrik. Makanya dudukan mesin dimajukan mengikuti braket yang nempel di dapur pacu. Caranya, dengan membentuk pegangan baru sesuai dudukan di sadid dari pelat 5 mm. Mencegah tubuhku berguncang karena goyangan mesin, karetnya menggunakan punya Toyota Crown. Meski demikian, dek bagian dalam mesin harus diketok agar distribusi pengapian enggak mentok.

Uniknya, lantaran enggak dilengkapi perangkat injeksi, karburator Toyota Kijang 7K 1.800cc jadi pilihan. Tetapi biar penyalur bahan baker tetap bekerja sempurna, main-jet primernya dinaikkan 5 tingkat disbanding standar. Sedangkan sekundernya juga 10 poin lebih tinggi. Intakenya pakai hasil bikinan sendiri yang dibuat dari pipa. Memperlancar gas buang, header dirancang ulang model 4-2-1.

104b-peugeot

Sektor pengapian, biar enggak ngedrop, coil pakai crane cams. Sebagai penyalurnya menggunakan kabel busi BlueFire. Tak hanya itu, biar tenaga mulus tersalr ke roda, girboks asli diganti pakai punya Toyota Cressida 5 Speed dari limbah Singapura. Tidak ada kesulitan sewaktu pemasangan, langsung nemplok. Cuma, as kopelnya harus dipotong biar enggak kepanjangan.

Sekarang selain penampilanku enggak kalah mulus, tenagaku juga ‘seliar’ teman-temanku yang lebih muda.