Nissan Skyline GTS R34 2000 KUALITAS DI SELA UTILITAS

Tabloid Otomotif, Oktober 2002

Tampak luar tak mencirikan kegaharannya di trek aspal.
Apalagi melongok ke interior, standar deh! Buka kap mesin,seluruh peranti kompetisi yang menjejali dapur pacu RD25DET Nissan Skyline GTS R34 ini bertemperamen kalem. Meski bisa dipakai harian, jangan anggap remeh letupan tenaga mesin 6 silinder segarisnya. Lantas di mana keistimewaan sedan kuning dua pintu ini?

112b-skyline

SPROKET BELANG

Coba perhatikan dibalik cover plastik mesin. Oh, ternyata turbo sudah diganti buatan HKS yang berukuran lebih besar. “Sebenarnya bukan hanya menaikkan boost turbo semata, tetapi untuk mendapatkan nilai cfm (debit pasokan udara, red.) maksimal ke ruang bakar. Boost terlalu besar juga tak akan efektif bila mesin tak sanggup meladeninya,” terang Taqwa S. Swasono, mekanik yang menangani mobil ini.

112a-skyline112c-skyline

Efisiensi peranti ubahan juga dapat perhatian.

Penggantian intercooler turbo buatan Greddy jadi contohnya. Meski masih mengandalkan dudukan aslinya, kapasitasnya 3 kali lebih besar dari bawaan pabrik. Efisiensi volumetrik pun didapat. “Nilai tekanan udara turbo yang masuk dan keluar tak berkurang. Enggak seperti standarnya yang cenderung menghambat,” papar Taqwa, pemilik bengkel GARDEN SPEED beralasan.

Agaknya pasokan udara jadi bintang modifikasi ini. Mass airflow buatan Nismo menggantikan peranti standar yang diameternya dianggap kekecilan. Sayang tak diimbangi dengan throttle body berdiameter lebih besar. “Wah, standarnya udah cukup besar tuh!” tangkis pria yang bermarkas di daerah Cilandak, Jakarta Selatan.

Berhubung utilitasnya buat transportasi harian, komponen jeroan mesin tak banyak diobrak-abrik. Hanya gasket kepala silinder dicomot produk HKS berpenampang 1,2 mm. Hal ini untuk mengantisipasi letupan tenaga peranti force induction hasil modifikasi.

112d-skyline

Durasi poros kem kena rombak jadi lebih tinggi. Merek Tomei dipercaya memperlama waktu bukaan ke-24 katup. “Kem ini yang paling cocok, soalnya peranti variable valve timingnya masih berfungsi,” aku Taqwa yang membutuhkan waktu cukup lama buat menyetel perangkat itu.

Uniknya, pemakaian poros kem hanya diikuti penggantian satu sproket girnya. Sproket exhaust adjustable diambil dari HKS, sedang intake masih standar. “Bagian intake sudah adjustable, jadi tak ada gunanya diganti,” jelas mekanik yang akrab dengan mesin kompetisi ini.

112e-skyline