Mobil SItaan APAKAH PERLU PERAWATAN ?

Tabloid Otomotif, Maret 2014

Mobil SItaan
APAKAH PERLU PERAWATAN ?

1

Kendaraan – kendaraan tersebut biasanya cukup lama ‘parkir’, bahkan ada yang lebih dari 3 bulan

Hal menarik terjadi ketika mobil-mobil yang disita Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terlihat sedang dilakukan perawatan. Karena bisa dibilang selama ini kalau yang namanya barang sitaan jarang bahkan tidak pernah mendapatkan perawatan.

Sejak KPK mulai melakukan penyitaan terhadap mobil-mobil dari para tersangka korupsi. Membuat tempat parkir gedung KPK penuh sesak. Jenis kendaraan yang disita banyak sekali dan di antaranya berupa Premium Car dan Super Car. Seperti Ferrari, Lamborghini, Bentley dan Iain-lain.Tetal mobil sitaan Tubagus Chaeri Wardana saja sudah 40-an. belum tersangka lain.

Apalagi kendaraan-kendaraan tersebut sudah cukup lama ‘parkir’ di sana, ada yang lebih dari 3 bulan. Kalau dibiarkan bisa rusak, sayang dong. Terus apakah perlu dirawat? “KPK menyita kendaraan hasil korupsi yang memakai uang negara. Nah, kendaraan tersebut akan dijual seperti jual mobil biasa melalui lelang. Kalau kendaraan itu tidak dirawat maka yang rugi siapa? Karena hargajualnya akan jatuh, makanya perlu perawatan agar harga jualnya tidak jatuh, ungkap Taqwa Suryo Swasono atau biasa di sapa Taqwa pemilik bengkel mobil Garden Speed yang dipercaya pihak KPK untuk membimbing tim KPK untuk melakukan perawatan. KPK telah menyediakan anggaran 300 Juta/tahun untuk perawatan semua kendaraan yang disita KPK,” ujar Johan Budi juru bicara KPK.

Berbeda dengan pihak Kepolisian. Meski sama-sama ‘suka’ menyita, tetapi untuk urusan perawatan beda aturan. “Pada dasarnya, mobil sitaan yang ditangani kepolisian terbagi menjadi 3. Yaitu sitaan kecelakaan (Laka), sitaan pelanggaran dan sitaan Regident (Registrasi dan identifikasi). Sitaan Laka adalah kendaraan yang diamankan guna pemeriksaan lanjutan penyebab kecelakaan,”jelas Kombes Pol. Rikwanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya.

Sedang sitaan pelanggaran adalah kendaraan yang melakukan pelanggaran lalu lintas maupun hukum. Dan sitaan Regident adalah kendaraan yang di amankan kepolisian karena keabsahan dari dokumen kendaraan terjadi pelanggaran. Seperti nomor rangka dan mesin tidak sama atau pemalsuan dokumen kepemilikan,”tambahnya.

“Untuk perawatan semua kendaraan sitaan itu, pihak kepolisian tidak memiliki anggaran untuk perawatannya seperti KPK.” jelas Rikwanto. Biasanya, jika sitaan Laka akan diambil pemilik untuk dirujuk ke bengkel. Untuk sitaan pelanggaran, pemilik akan datang untuk mengurus sendiri. Sedang sitaan Regldent, rata – rata pemilik akan takut untuk mengurusnya lantaran ancaman pidana pemalsuan atau ancaman hukum lainnnya menunggu.”Dan pada akhirnya, kendaraan itu akan terbengkalai sampai ada intruksi lanjutan dari pimpinan,”tutupnya.

——————————–

Taqwa
TAK SANGKA TERLIBAT KPK

Pemilik bengkel di kawasan Cilandak ini tidak menyangka akan menjadi trainer untuk merawat mobil dl KPK Awalnya Taqwa dihubungi oleh Sentul Driving Course untuk diminta bantuannya menjadi trainer dalam hal perawatan dan pengenalan kendaraan yang terbilang sangat mahal tersebut kepada karyawan dari KPK sendiri.

2

Karena kalau memakai jasa outsource akan memakan biaya yang tidak sedikit, akhirnya KPK berinisiatif untuk merawat kendaraan sitaanya dengan memakai tenaga dari karyawan KPK sendiri dengan cara ini tidak akan terlalu memakan biaya.

Jadi dari pihak Taqwa hanya memberikan pelatihan kepada petugas KPK. “Materi yang diajarkan mulai dari yang mudah sampai yang agak sulit. Contohnya teknologi keyless entry sampai ubahan setting knalpot tutupnya.