Lippo Village Indonesian GT Championship Seri II

Investor Daily, Februari 2009

Pembalap Tim Honda Racing IndonesiaAlvin Bahar berhasil mencatatkan waktu tercepat dalam kualifikasi The Lippo Village Indonesian GT Championsip Seri II di sirkuit jalanan Lippo Village International Formula Circuit (LVIFC), Karawaci , Tangerang, Jumat (20/2).

98a-gt

Alvin mencatat waktu terbaik satu menit 53,620 detik pada putaran kedua. Posisi kedua dihuni pembalap Garda Oto Racing Top 1 Fitra Eri, Hanya berselisih 0,023detik denngan Alvin. Sedangkan posisi ketiga Ditempati Rama Danindro dari Honda Jakarta Center –Petronas Team dengan catatan waktu satu menit 53,903 detik.

“Dengan hasil tersebut, Alvin akan berada di pole position atau posisi pertama pada balapan yang digelar besok, Sbtu (21/2) . Tak hanya itu, Alvin juga mendapatkan tambahan satu poin,”tutur Ketua Bidang Olah Raga Pengurus Pusat Ikatan Motor Indonesia (PP IMI) Irawan Sucahyono di LVIFC, Karawaci,Tangerang, kemarin.

Dengan tambahan poin ini, Alvin mengumpulkan total Sembilan poin dan berada di peringkat lima pada kelasemen sementara Lippo Village Indonesian GT Chanpionship.

Angka sama dikantungi Chandra Alim yang pada seri I berhasil menempati peringkat keempat. Sedangkan peringkat pertama kelasemen sementara masih ditempati Rama dengan enam belas poin. Posisi berikutnya diisi oleh Sunny TS (Honda Jakarta Racing) dengan 12 poin, disusul pembalap tim Garda Oto Racing Fitra Eri dengan 10 poin.

Alvin bertekad akan mempertahankan posisi terdepan untuk memenangi laga seri II. Namun, juara tiga kali kelas GT Master kejurnas ini mengaku masih belum optimis bisa meraih hasil maksimal. Pasalnya, mobil yang dikendarainya belum dapat dipacu secara maksimal.

“Berada di Pole Position bukanlah jaminan untu memenangi balapan. Tapi, dengan kondisi start di depan, saya berharap masih bisa mempertahankan posisi dan menang, saya justru lebih optimis menang di seri mendatang, “kandas Alvin.

Rama Kesulitan

Sedangkan juara seri I Rama mengaku agak kesulitan pada ser II ini. Tak heran apabila iya hanya mampu menempati posisi ketiga. Dia kesulita membawa beban tambahan 60 kg. Alhasil, mobilnya sangat sulit dikendalikan. Terutama, saat melewati tikungan sirkuit jalan raya tersebut. Parahnya lagi, dia juga sempat bermasalah dengan remnya.

“Kami tengah mencari setelan yang tepat untuk mengakali hal ini, mesikpun begitu, saya tetap optimis akan keluar sebagai juara di seri ini,” tegas pembalap usia 20 tahun ini.

Terpisah, Fitra mengaku sangat bersyukur dapat meraih posisi kedua kualifikasi. Pasalnya, Fitra juga harus membawa beban tambahan sebanyak 40 Kg dan menggunakan kendaraan yang memiliki kecepatan di bawah para pesaingnya.”Untungnya tim kami mampu mengakali hal tersebut dengan menambah kekuatatn saat ditikungan untuk menyalip para pembalap lainnya. Karena itu saya optimis dapat memperbaiki posisi saat balapan nanti, “ tegasnya.

Pada kelas Super Touring, Michael Indradjaja dari Carboy’S Firna berada di posisi pertama dengan waktu terbaik satu menit 48,485 detik. Posisis ke dua ditempati fitra dengan satu menit 49,052 detik. Sedangkan urutan ke tiga di duduki Andre Timothy dari BMW Alta Tunas Racing (satu menit 52,139 detik).

Untuk kelas Honda jazz OMR, Rama berada di posisis utama dengan catatan waktu satu menit 54,013 detik. Posisi ke dua di tempati rekan satu tim, Sunny TS, dengan satu menit 54,549 detik. Rudy R Sumawi Ganda dari CK-Bintang Sobo Racing berada di urutan ketiga(satu menit 54,962 detik). Sedangkan pembalap senior Candra Alim (Honda Bandung Center Team) berada di posisi ke lima.

Nasib sial menimpah pembalap tim Ash Motorsport Renaldo P Kusumo. Juara kelas supus Touring Kejuaraan Nasional (Kejurnas) tahun lalu ini terhempas ke dinding pengaman lintasan karna terpeleset di tikungan. Pembalap yang di sapa Aldo ini pun segera di larikan ke Siloam Hospitals Lippo Village.

“Pembalap tersebut ditangani Kepala UGD Siloam Hospitals Lippo Village, Dr Henry Jan. Dia tidak mengalami luka berarti,”ucap Communication manager Siloam Hospital Group Marina Tarunadjaja.

Adu Mahal

Selain mengandalkan keahlian pembalap ajang ini juga didukung perakitan mobil. Untuk mendapatkan mobil dengan formula luar biasa setiap tim menghabiskan dana sebesar dana Rp 200 juta hingga Rp 1 Milyar pertahun (3seri). Tergantung kemampuan tim masing2.

Untuk tim Honda Bandung Center (HBC). Kata Chandra Alim, timnya menghabiskan uang sekitar Rp 400 juta untuk membangun mobil pertahun. Angka ini masih belum termasuk pembelian harga perunit dari dealer Honda yang menaungi tim mereka. Menurut Chandra, mahalnya biaya yang harus ditanggung tim disebabkan suspensi kendaraan untuk balapan tersebut masih impor. “ jadi tergantung nilai tukar dollar,”jelasnya.

Sementara itu, tim Rama dan Sunny, Honda Jakarta Center-Petronas (HJCP), mengaku menghabiskan dana sekitar Rp 700 juta. Menurut manajer tim HJCP Tin Kok Hui, angka ini masih di luar pembelian harga mobil baru. Membengkaknya dana tersebut dikarenakan kedua pembalap HJCP mengikuti dua kelas, yaitu Lippo Village Indonesia GT Champioship dan Honda One Make Race.

“Satu mobil saja menghabiskan dana sebesar Rp 200 juta, sedangkan di tim kami ada dua mobil yang mengikuti balapan selebihnya adalah biaya operasional balapan, seperti bensin dan yang harus ganti di setiap seri,”paparnya.

Terkait hal ini, Fitra berpendapat tim kuat dan lemah dalam financial tidak otomatis mempengaruhi jalannya balapan. Bagi dia regulasi yang ditetapkan IMI dalam ajang ini sangat ketat. Namun, dengan dukungan performa mesin yang bagus membuat pembalap semakin kencang dalam memacu kendaraan.

“ Jika pembalap berprestasi, tidak menutup kemungkinan pihak tim dan sponsor akan menaikan gaji. Bahkan, 10 pembalap GT Touring ada yang memeiliki gaji sebesar Rp !00 Juta pertahun, “ ujarnya.

98b-gt