Lebih Dekat dengan Racing Fuel

Tabloid Otosport, Februari 2003

Geliat penggunan racing fuel di kancah balap Nasional mulai marak dilakukan. Dibanding avgas sekalipun, racing fuel menyimpan sederet keunggulan.

Dari namanya sudah bisa ditebak, racing fuel berarti bahan bakar yang dikhususkan buat kperluan balap. Boleh dibilang, mesin yang sudah dimodifikasi butuh minum bahan bakar khusus itu .

03-bensin

Namun jenis racing fuel sangatlah beragam. Jadi perlu diketahui dulu spesifikasinya sebelum menggunakan. Masalahnya , bahan bakar ini harus disesuaikan dengan beragam modifikasi yang dilakoni.

“Makanya bahan bakar di Formula 1 dibuat berdasarkan kebituhan mesin. Bukan settingan mesin yang harus diubah untuk menghasilkan tenaga maksimal sesuai si bahan bakar”, terang Nobert Haug, salah satu petinggi McLaren.

Nah untuk pemakaian di balap dalam negeri, tentu nggak serumit itu. Namun diakui, ,pemakaian bahan bakar khusus balap lebih hebat dibanding avgas atau bensol sekalipun. “Perbedaannya sangat mencolok. Dengan penggunaan racing fuel, tanpa mengubah settingan mesin, catatan waktu di drag race bisa terpangkas sekitar 0,5 detik”, tandas Sudiyanto, punggawa di Yan’s Speed.

MUDAH TERURAI

Ada 4 hal yang menjadi kelebihan dari bahan bakar kompetisi ini dibandingkan dengan bahan bakar reguler atau avgas yang beredar di pasaran.

Pertama, tingginya nilai oktan yang dikandung. Seperti diketahui, mesin kompresi tinggi membutuhkan bahan bakar beroktan tinggi pula. Dampaknya jelas, untuk mencegah terjadinya pre-ignition atau ngelitik. Bisa saja lantas muncul pertanyaan, apa bedanya dengan Avgas yang juga memiliki nilai oktan tinggi?

Walau sama-sama memiliki nilai oktan tinggi (sekitar 110), namun Avgas memiliki burning speed yang rendah. Itu disebabkan berat jenis yang besar dan ikatan antar partikel kuat sehingga sulit untuk dikabutkan. “Avgas didesain untuk keperluan mesin pesawat terbang. Mesinnya memiliki rpm dan tekanan yang rendah”, analisa Taqwa Suryo Swasono, tuner GARDEN SPEED yang juga punya hobi di bidang aviasi.

Berbeda dengan racing fuel. Bahan bakar ini memiliki berat jenis ringan, sehingga partikel dapat lebih mudah terurai saat dikabutkan atau disemprotkan injektor. Dengan proses pengabutan sempurna, bahan bakar dapat dengan mudah menciptakan ledakan dahsyat di raung bakar.

Selain itu nilai energi yang dikandung racing fuel sangat tinggi. Soalnya perbandingan campuran bahan bakar dengan udara diukur berdasarkan berat bukannya volume. Dengan kata lain, mesin lebih butuh campuran bahan bakar yang padat dibandingkan jumlah bahan bakar.

Begitu pula dengan efek pendinginan mesin, Racing Fuel juga berfungsi sebagai pendingin di ruang bakar. Sifat dinginnya sangat dibutuhkan pada mesin 4 langkah, apalagi 2-Tak.

Dengan sederet kelebihannya, wajar kalau racing fuel sangat mahal. Per liternya bisa mencapai puluhan ribu rupiah. Tapi untuk balapan, harga segitu nggak jadi masalah. Yang penting kencang , Sob.