JAWARA TAHUN BARU

Majalah Mobil Motor, Februari 2003

Debut Honda Estillo ini cukup fenomenal. Pada tahun pertamanya The Reds itu berhasil menjadi salah satu yang terbaik di kelas 3.2.

110a-estillo

Pada awalnya Alexander Gunawan mengikuti Drag Race hanya untuk menyalurkan hobi. Tapi lama-kelamaan ia jadi ketagihan dan penasaran ingin menaiki podium kehormatan. Setelah mencoba di beberapa tempat dan hasilnya tidak memuaskan, akhirnya keinginannya untuk berprestasi pada lomba berjarak 402 meter ini bisa diwujudkan oleh Taqwa dari GARDEN SPEED.

Manajemen dari GARDEN SPEED memang terkenal sangat membantu para pembalap-pembalap baru yang ingin menekuni dunia balap. “Saya memilih GARDEN SPEED atas referensi dari kawan dan ternyata memang cocok”, ungkap Alex. Panggilan akrab Alexander Gunawan. Setelah bertukar pikiran dan ternyata mempunyai misi dan visi yang sama, akhirnya pria kelahiran 10 Mei 1972 membawa Estilo merahnya ke bengkel di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan. “Pokoknya Taqwa bilang saya hanya perlu konsentrasi pada balap, sedangkan urusan mesin jadi tanggung jawabnya”, tambahnya.

Kekuatan mesin menjadi acuan untuk bisa berbicara pada ajang adu kecepatan ini. Untuk meningkatkan performa mesin dan Horse Power (HP), dilakukan pemortingan serta pemolesan cylinder Head dan intake manifold kemudian bagian piston di-oversize 50. Perubahan juga dilakukan pada dudukan katup dan Flywheel-nya diringankan sekitar 15%. Untuk menghilangkan getaran dan menjaga keseimbangan pada mesin dilakukan balansing pada kruk as, Flywheel, puli, kopling, piston, dan Con Rod. Sistem pengapiannya pun tak luput untuk dimaksimalkan. Hal ini terlihat dari pemakaian kabel busi NGK serta busi ND Iridium dirangkai dengan koil Crane Cams. Agar tidak kekurangan pasokan bensin, digunakan injector RC Engineering. Performa mesin lebih mumpuni setelah bagian ECU-nya dilakukan modifikasi. Tentunya bagian ini menjadi andalan, karena Taqwa (sang punggawa GARDEN SPEED) adalah pemodifikasi ECU yang sudah terkenal di kalangan pembalap. “Setelah selesai diperkirakan HP-nya di roda naik sekitar 13%”, kata sang mekanik.

Supaya nyaman melibas lintasan dengan kecepatan tinggi, sokbreker Koni dan per Jamex menggantikan stnadranya. Lantas agar kestabilan bisa didapat dengan mantap pada bagian depan dan belakang dipasang strut bar buatan DC Sport. Untuk meredam kecepatan tinggi digunakan brake pad Mugen.

Pada bagian interior, nuansa kompetisi sangat terlihat di sana. Pengusaha muda yang berkantor di daerah Harmoni ini mengaku pada bagian ini pengerjaan dilakukan sendiri olehnya. “Jika Taqwa urusan mesin, ,maka saya urusan interior”, ujarnya. Aroma balap terlihat di dalam desain kabin. Indikator bensin dan temperatur merek Autometer terangkai apik pada pilar kaca sebelah kanan. Indikator volt meter dan tekanan oli merek Autometer juga tersusun rapi di ruang yang semula tempat head unit. Pada ruang spidometer hanya tersisa sebuah indikator RPM yang juga buatan Autometer. Lainnya seperti jok, safety belt, ,dan shift knob-nya dipilih merek Sparco.

110b-estillo

Setelah semuanya rampung ajang Drag Race kelas 3.2 diikutinya. Hasilnya cukup menyenangkann bapak satu anak ini, podium kehormatan pun berhasil diraihnya berkali-kali. Tapi rasa, penasaran masih saja menghantui, pasalnya sepanjang 2002 lalu ia hanya berhasil meraih posisi runner-up walaupun di malam tahun baru lalu berhasil menjadi juara. Alex berharap pada 2003 ini berhasil menjadi juara nasional di kelas 3.2 yang tahun ini menjadi kejurnas. “Kelas tersebut jadi kejurnas atas prakarsa saya lho, mudah-mudahan tahun ini kompetisinya makin ketat”, ujarnya. Óke deh, Bos.