Honda Civic Nouva 1989 – Sebel Sama Kabel

Tabloid Otomotif, Juli 2005

Honda Civic Nouva 1989
Sebel Sama Kabel
129a-civic

Menurut anda, rentang waktu 6 bulan termasuk panjang atau pendek ?

Relatif memang.

Nah, kalau waktu segitu harus berurusan sama kabel, apa enggak sebel tuh ?

Beruntung, Pamungkas cukup telaten mengurus penghantar kelistrikan mesin B16A untuk dipasang pada Honda Civic Nouva miliknya. Sabar…sabar…!

Wiring B18B

Pria berusia 40 tahun ini memang punya cita-cita memiliki monil kencang. Awalnya ketika merasakan tenaga Toyota Kijang Super saat digenjot melalui trek puncak, Bogor. ‘Kurang bertenaga ya,’ lanjut Pamungkas.

Keinginan untuk punya mobil kencang diwujudkannya secara bertahap. Satu per satu item dikumpulkan. Cukup unik, karena yang pertama dibeli adalah mesin B16A ‘kepala hitam’ milik Honda Integra.

Rupanya, ia mulai mengumpulkan informasi sejak maraknya engine swap pada awal tahun 2000-an. “Saya sempat melirik 4E-FTE buat Toyota Starlet. Tetapi banyak yang bilang kurang bertenaga. Makanya saya pilih mesin Honda ini,” papar pria asal Jogyakarta ini.

Pilihan itu makin kuat ketika menjajal keampuhan handling Honda. Tepanya saat membelikan Honda Accord Maestro buat istri tersayang. “Sayang, Honda Estilo masih lumayan mahal,” bisiknya seraya menjelaskan kenapa pilihannya jatuh pada Honda Nouva.

Mesin kencang plus handling mantap. Pas banget tuh. Memang tidak semantap Estilo, namun Pamungkas sudah merasa cukup dengan Nouva. Ah, itu hanya masalah pilihan saja. Tul gak ?

Menaikkan dapur picu B16A ke kompartemen mesin Nouva pun bukan proses rumit buat Taqwa SS, pemilik bengkel GARDEN SPEED di Cilandak, Jaksel. “Tinggal mengubah braket engine mounting saja,“ ujar Taqwa.

Sayangnya, mesin yang dibeli komplet dengan ECU, wiring harness, dan kaki-kaki Honda CRX ini rada bermasalah. “Sepertinya ada beberapa bagian yang terpotong, sehingg mesin enggak bisa hidup, “ ujar Pamungkas…walah !

129b-civic

Padahal langkah Pamungkas membeli mesin komplet dengan wiring sudah benar. Toh, nyatanya apes juga. Nah selama enam bulan itu, berbagai usaha dulakukan untuk melengkapi kabelnya. Meski sempat sebel, akhirnya dating solusi memakai wiring B18B.

Untuk seribu untung, peranti milik mesin Honda berkapasitas 1.800 cc itu nyaris B16A. “Bedanya, B18C belum pakai VTEC. Jadi harus dikawinkan dengan kabel VTEC dari mesin B16A, “jelasnya lagi

Tuh, kebayang kan sabarnya Pamungkas membangun mobil ini.Asiknya, semua bekerja normal dan sinkron dengan ECU asli B16A. Malah kemampuan pengapian ditingkatkan lagi dengan modul MSD 6AL. Lantas nafas mesin lebih panjang dengan header berkonfigurasi 4-2-1.

Terakhir, penyaluran tenaga lebih optimal setelah pakai kopling Exedy. Nah, jangan sebel lagi ya,. Ingat-ingat pesan nenek, orang sabar disayang Tuhan.