Honda City 2000 STANDAR GANDA

Majalah MOTOR, September 2001

Ada uraian klasik, ngebut itu bisa bikin kecanduan. Bicara kecanduan tentu mengarahkan topiknya pada penyaluran sekaligus menetralisirnya.

Karena ngebut punya batasan tipis antara kesenangan dan bahaya. Tapi, “Sejak ikut balap di sirkuit niat ngebut di jalan umum jadi teredam”, tegas Ferdy Santoso. Pria berlensa minus ini terbilang kenyal nyalinya di ajang adu kuat syaraf adrenalin.

Tapi bias “kerendahan hati” jadi mengemuka saat sebuah Honda City silver mengisi garasi, mobil ini peruntukannya, transportasi rutin. Namun tak berarti need for speed jadi redup, karena dua opsi segera muncul sebagai pemakluman atas dorongan nurani. Jadi satu mobil dengan ‘spesifikasi ganda’. Maksudnya lintasan harian tak terganggu begitu juga niat temporer melibas lintasan drag race.

34-honda-city

Karena berpacu di sirkuit insidental sifatnya, tampilan luar opsi awal yang layak dijalani. Ini diawali adopsi materi hasil cor alloy berlabel League berdiameter 17 x 7,5 inci. Dipadu alas karet Yokohama jadilah komposisi baru di kolong sedang 1.500 cc itu. Biar nggak cingkrang, reduksi ground clearance diikutkan. Usai bibir spakbor di-roll, giliran per H&R jadi penopang. Meski makan biaya lebih, opsi ini layak ditempuh agar “cacat bawaan” tergerusnya banoleh spakbor terhindar. Enaknya lagi, daya angkut nirpengaruh. Memang saat race tiba, velg kaleng jadi penggantinya.

Riasan di kabin ikut disesuaikan. Label Sparco segera menyelinap di antara pernik orisinal. Misalnya, pada lingkar kemudi, pedal set, sampai jok driver. Terakhir, sunroof Webasto–Holandia jadi penyedap mata.

Salah satu tulang punggung ubahan kali ini tentu saja dapu pacu. Untung tipikal VTEC dikenal “galak” buat occasion standar. Ini memudahkan spec up nya. Standar ganda diwujudkan lewat porting plus polish di ruang bakar. Sekaligus full balance. “Bisa dibilang ini masuk step 1 ”, yakin Taqwa dari GARDEN SPEED. Ini berlanjut remapping. Tujuannya, agar timing pengapian serta pasokan bensin lebih sip. Belum lagi akselerasi lebih mumpuni lewat pelat kopling race Daikin.

Aktualisasi format ubahan penghasil daya diyakini tak mubazir. Salah satu seri Kejurda Drag Raace kelas standar (1.500 cc) beberapa waktu silam jadi saksi gelar Juara II. Kisaran waktunya 17,3 detik.

Standar ganda sudah diwujudkan. Masih adakah niat mlanjutkan kreasi ubahan? “Saya masih menimbang untuk memakai velg yang lebih besar, sekitar 19 inci. Masih bisa nyaman nggak ya?”

Let’s try!