Gelar Pertama Penuh Emosi – INDONESIA GT RADIAL TOURING CHAMPIONSHIP, SENTUL

Tabloid Otomotif, Desember 2011

Gelar Pertama Penuh Emosi
INDONESIA GT RADIAL TOURING CHAMPIONSHIP, SENTUL

177a-jazz

Kemenangan Haridarma Manoppo menjadi juara nasional di kejurnas GT Radial Touring Car Champinship 2011 rupanya mengaduk emosi pembalap tim Honda Jakarta Center Petronas itu. Pasalnya, inilah kali pertama sejak ia bertarung di kejurnas balap mobil turing 2005 (kala itu bernama Grup N), berhasil menjadi juara nasional. Tak heran, usai finish dan press conference yang dilakukan di Sirkuit Sentul (27/11) pun ia masih berapi-api mengomentari titel baru tersebut.

GELAR PERTAMA

Bisa dimengerti. Menjelang akhir musim, pembalap kelahiran Jakarta, 24 Februari 1980 ini seakan hanya menunggu waktu untuk menyerahkan pucuk pimpinanklasemen kepada Pembalap Honda Fastron Racing Team, Alvin Bahar. “Ini tahun pertama bersama Honda Jakarta Center. Dari poin yang cukup jauh (memimpin), sampe seri lima cuma selisih 1, sampe bisa juara…,” terangnya terhenti mengenai perjalanan musim 2011.

Ia menjadi begitu emosional karena di seri penentuan ini ia masih melihat akhir yang kelabu. “QTT Sabtu urutan ke-10. Dalam hati berkata kalo ada keberuntungan akan jadi juara. Saya berhitung kalau juara segini bisa dapat poin segini. Roy pun punya kans juara, kalo Roy juara saya harus finish segini,” paparnya lagi.

Namun yang menjadi sorotannya adalah Alvin Bahar. Bukan karena poinnya tipis (Hari 56, Alvin 55), melainkan karena pengalaman di masa lalu yang terbawa hingga kini. Pembalap satu itu membuatnya gemas selama bertahun-tahun. “ini gelar juara pertama saya ikut GT. Selama ini saya selalu runner-up dan selalu rivalnya Alvin. Alvin yang jadi juara nasional. Kali ini saya ada keuntungan dengan berhentinya Alvin,” ulas Hari masih
dengan nada berapi-api.

Alvin sendiri hanya sekejap saja mengikuti lomba. Sebab belum usai satu putaran ia terlibat insiden yang menghentikan peluangnya. “Tadi tau-tau saya kedorong. Ada senggolan antara saya Benny, Sunny dan Aldo. Saya nabrak tembok tapi masih bisa balik ke pit Aldo lebih parah, dia berhenti sama sekali,” terang Alvin kalem.

Kejadian tersebut lantas diusut usai lomba untuk menentukan jika ada pihak yang bersalah menjadi penyebab insiden. Sedangkan Hari yang tercecer berada di belakang selamat dari insiden bahkan tak sempat melihat karena selain jaraknya cukup jauh, pandangannya juga terhalang.

177b-jazz

Akhirnya, lomba dimenangkan Rio Saputro Budiharjo dari P-Five GT Radiai Racing. Kehadiran Rio cukup mengejutkan di antara panasnya lomba, meski tak begitu mengherankan mengingat drifter nasional ini di tahun-tahun sebelumnya turun di Super Touring.