CATATAN DARI LIPPO VILLAGE INTERNATIONAL FORMULA CIRCUIT

Tabloid Otomotif, Februari 2009

MERAJUT MIMPI DI KARAWACI

Satu bulan.itu waktu efektif pembangunan Lippo Village Formula International Formula Circuit (LVIFC) di Karawaci.meski batal diresmikan Presiden SBY (8/2)lalu, namun event perdana Lippo Village GT Car Championship(LVGTCC)tetap berjalan sukses.Terlepas dari sejumlah kekurangan karna proses penyelesaian akhir terus dikerjakan,namun banyak pihak memberi acungan jempol pada design trek dan fasilitas pendukungnya.penonton pun membeludak 115.000 selama dua hari gelaran.Mimpi menggelar balap international hingga F1 pun kembali muncul

Macet 2jam

Tak percuma James RIADY,bos group Lippo,mengerahkan 50 direktur perusahannya untuk mengkoordinir acara ini.meski banyak yang meragukan pembangunan Circuit akhirnya,toh akhirnya semua mengakui kesuksesan acara ini.sisi safety yang sempat ditakutkan juga tak terbukiti.malah saat ada mobil melintir dean menabrak pagar pembatas,resiko pembalap terluka dan mobil rusak parah mampu dihindari.

“desain circuit ini sudah kita simulasi dikomputer memakai mobil bvalap turing DTM hingga A1GP,dan terbukti aman.buat DTM top speed di trek lurus mampu mencapai 240km/jam.sedangkan mobil A1GP bisa mnencapai 300km/jam kita belum simulasi buat mobil F1,namun saya kira bisa lebih diatas 300km/jam,”terang Eberhart Tilke,adik desainer circuit F1 modern Hermann Tilke yang mendisain LVIFC.

27-lippo

Bila ditilik dari segi penyelenggaraan sebuah event balap nasional,gelaran ini mengundang banyak pujian karakter circuit paduan antara jalan raya sempit berliku (1,2km)dan trek circuit kemarin (2km)membuatnya skill pembalap lebih diuji. Beberapa bilang balapan disini lebih menguras tenaga dan kosentrasi disbanding circuit sentul

Penonton pun dimanjakan dengan fasilitas sirkuit.LVIFC yang hanya sejengkal dengan kawasan komersial dan pusat jajanan membuat penonton nyaman membawa serta seluruh anggota keluarganya tanpa takut bosan. Sejumlah acara pendukung dan permainan disekitar sirkuit makin memanjakan penonton yang datang bukan hanya melihat balapan.

Akses penonton yang dating pun tak sampai membuat kemacetan sangat parah. Lokasi parker kendaraan pun cukup memadai di Supermall. Meski begitu, pengaturan lalu lintas usai acara sempat menjadi masalah. Penonton bubar di saat bersamaan hingga membuat anteran mobil hingga lebih dari 2 jam.

Jelang seri ke-2 LVGTCC pada 22/2 mendatang , panitia akan member perhatian khusus pada pengaturan arus lalu lintas. Bahkan ada rencana memajukan lomba menjadi hari Sabtu (21/2) Dan menggelar konser music malam harinya usai balapan. Ini untuk mengurai bubarnya penonton agar tak pulang di saat bersamaan.

“ Setelah sukses mendatangkan keramaian penonton di seri pertama ini, kita akan member prioritas buat penghuni perumahan agar lalu lintas tak terlalu terganggu dengan adanya penutupan jalan.biar bagaimanapun,sirkuit ini tidak bisa sukses bila tak didukung oleh penghuni perumahan Lippo Village dqan daerah sekitarnya ,”jelas Toto Bartholomeus, direktur LVIC yang mengaku banyak belajar dari penyelenggaraan perdana kali ini.