Bukan Balap Satu Merek – INDONESIA GT RADIAL SUPER 1500 MAX CHAMPIONSHIP, SENTUL

Tabloid Otomotif, Juni 2010

Bukan Balap Satu Merek
INDONESIA GT RADIAL SUPER 1500 MAX CHAMPIONSHIP, SENTUL

163a-balap

Digelarnya kelas baru balap mobil GT Radial Super 1500 Max mulai tahun ini terus menggelorakan optimisme. Meski pesertanya belum banyak, namun menggambarkan keragaman merek mobil yang tidak dimiliki kelas lain. Ini sangat kontras dengan kelas balap mobil lain yang saat ini didominasi balap 1 merek atau one make race (oMR). Namun buat membesarkan kelas ini, dibutuhkan kreativitas promotor dan penyelenggara. Itulah yang tercuat dalam seri ke-2 di Sirkuit Sentul (23/5) lalu.

PR PROMOTOR

Dari 4 pembalap yang berlaga, semuanya menggunakan mobil bermesin 1.500 cc yang berbeda. Fitra Eri yang menjadi unggulan menggeber Toyota Yaris, Renaldo P. Koesoemo (Aldo) dengan All New Honda Jazz, M. Fachry menggeber Toyota New Vios serta Ari Sudarji dengan Suzuki Swift. Memang secara kelas, kemampuan ke-4 pembalap berbeda. Namun sebenarnya kelas ini bisa lebih banyak pesertanya jika digarap serius.”Seharusnya. kelas ini bisa lebih ramai lagi. Toh, meski begitu, saya yakin kompetisi lebih seru. Karena setiap mobil dibolehkan  melakukan modifikasi sehingga kekuatan dan kemampuan mobil lebih merata,” ujar Fitra, andalan Garda Oto Top 1 Racing Team itu.

Selain itu, acuan ke event Internasional Asian Festival of Speed (AFOS) juga mestinya bisa lebih menarik peserta. Jadi ada jenjangnya dibanding kelas lain yang digelar di Sentul. Apalagi seri AFOS selalu mampir ke Sentul tiap tahunnya.

163b-balap

Belum ramainya kelas ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi penyelenggara. Apalagi sebetulnya secara modifikasi tak terlalu banyak yang dilakukan. Alias tak berbeda jauh dengan kelas GT Car. Ada banyak cara yang bisa dilalukan. misalnya intens woro-woro menyangkut regulasi dan beriklan di media massa.” sambung Fitra.

Menurut Aldo, mobil untuk kelas ini lebih kencana dibanding kelas GT Car. “Mestinya peserta kelas GT Car bisa mencoba Super 1500 Max. Karena hanya mengganti beberapa item, sudah bisa turun di sini. Istilahnya, tinggal pasang copot saja,” ujar Aldo, sapaan karibnya.

Lebih seru lagi, lanjut Aldo, di kelas ini bisa bersaing dengan merek mobil yang berbeda. Sehingga nuansa OMR seperti yang mendominasi balapan di Sentul menjadi berbeda. Karenanya Aldo optimis ke depan kelas ini bakal digandmngi peserta.

Baik Fitra maupun Aldo sependapat bahwa perlu kerja keras agar kelas ini diminati. Apalagi statusnya juga sudah kejurnas. “ini sebenarnya menjadi daya tarik tersendiri. Cuma memang harus selalu perlu kreatifitas lebih untuk membesarkan kelas yang baru dilombakan,” sebut Fitra diamini Aldo.

Perubahan pemakaian ban dari ukuran 17 menjadi 15 inci sebenarnya upaya baik. Dengan ban ukuran lebih kecil, tidak perlu dilakukan modifikasi ekstrem lagi di bagian bodi atau fender depan. Sehingga mempermudah calon peserta ikutan.

163c-balap

Franky menyambut positif perubahan itu. “Untuk seri berikutnya, akan ada satu pembalap lagi dari tim Honda Daya Motor GT Racing ikutan. Sekarang mobilnya sudah disiapkan. Karena kami melihat kelas ini prospektif dan lebih menantang dengan boleh melakukan beberapa modifikasi,” kata Franky. manajer tim Honda Daya Motor GT Racing yang karib disapa Pekiong.

Jika begitu, kita tinggal menunggu keseriusan promotor dan penyelenggara untuk membesarkan kelas ini.