ALL NEW PAJERO DAKAR 2016 “NO MORE LAG FOR FAMILY”

Otomotif, 26 Oktober 2016
ALL NEW PAJERO DAKAR 2016
NO MORE LAG FOR FAMILY

02-pjr

Walau Hanya Dipakai Untuk Keperluan Keluarga Namun Performanya Harus Dibuat Semaksimal Mungkin.

Hobi Ferdy Santoso tak pernah jauh dari upgrade kendaraan hariannya.Tak ketinggalan, All New Mitsubishi Pajero Sport yang kini jadi andalannya. “Yang penting harus tetap nyaman karena masih dipakai keluarga, tapi sekaligus ingin mengurangi gejala turbo lag,”terang pemilik showroom Blinkz-Blinkz Motor di daerah Kelapa Gading, Jakut ini.

01-pjr

Alhasil, setelah berdiskusi dengan Tagwa Suryo Swasono, tuner bengkel Garden Speed di daerah Cilandak, Jaksel. Opsi reflash ECU jadi pilihan paling worth it.

Pun, tak butuh banyak pasang komponen aftermarket untuk meningkatkan tenaga. Buka kap mesin, hanya sebuah blow-off valve HKS dan filter udara replacement K&N yang kini mengisi boks bawaan.
“Sebenarnya jauh lebih enak reflash ECU standar. Sebab parameternya lebih komplet dari ECU aftermarket,” ungkap tuner yang sekaligus atlet terbang layang ini.

03-pjr

Demi mengurangi turbo lag yang jadi impian Ferdy,Taqwa pun menyetel beberapa hal.”Misal boost turbo yang tadinya sekitar 1,3 bar jadi 1,7 bar,” ulas pria berambut ikal ini.

Tak hanya turbo, semprotan bahan bakar pun dibuat lebih lama. Plus waktu buka tutup EGR valve kini bisa diatur, kapan tepatnya untuk menyesuaikan kebutuhan mesin.

Hasilnya tenaga jauh meningkat, namun tanpa gas buang berlebih yang acap terlihat pada mesin diesel hasil nnodifikasi kebanyakan. ”

Diukur mesin dyno, tenaga di roda yang tadinya sekitar 140 dk, kini jadi 188 dk. ingat, ini tenaga di roda loh,”urai mekanikyang sudah malang melintang di dunia motorsport sejak awal 1990-an ini.

04-pjr

Tenaga sudah berlimpah, fampilan pun dibuat mentereng. Kalau bodi cukup dilapis cutting sticker oranye, nannun’sepatu’lah yang jadi center of interest.

Dipercayakah ke gerai Autostyle di bilangan Sunter, Jakut. Amin Sutiono sebagai owner memilih pelek ekslusif lansiran Eve Wheels berdiameter 22 inci. “Tinggal pasang, enggak ada ubahan apapun dan enggak mentok juga sama nnAngkok sokbreker atau pas belok,” ujar Amin.

Mendukung pelek gambot tersebut, Ferdy memasang per Tein supaya bantingan suspensi masih dapat ditolerir untuk pemakaian harian.

Hasilnya tak sia-sia, sebab OTOMOTIF yang ikut mencoba di berbagai kondisi jalan, masih merasakan bantingannya takterlalu keras, plus dapat bonus handling yang jauh lebih nikmat.

05-pjr